Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada perdagangan Kamis (12/03). Kontrak berjangka WTI melonjak mendekati $95 per barel, menandai kenaikan dua sesi berturut-turut. Lonjakan ini dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap konflik Iran yang berpotensi mengganggu pasokan energi global, sehingga menutupi dampak dari langkah sejumlah negara besar yang berencana melepas cadangan minyak strategis mereka.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin memperburuk kekhawatiran pasokan. Irak menghentikan operasi di terminal minyaknya setelah dua kapal tanker diserang di perairan negara tersebut. Di sisi lain, Iran melalui sejumlah perantara menyampaikan bahwa Amerika Serikat harus menjamin tidak akan ada serangan dari AS maupun Israel di masa depan jika gencatan senjata ingin dipertimbangkan, tuntutan yang dinilai sulit diterima Washington.
Situasi semakin rumit karena Selat Hormuz, jalur penting perdagangan energi dunia, masih praktis tertutup setelah beberapa kapal komersial dilaporkan terkena serangan di lepas pantai Iran. Kondisi ini mendorong produsen utama Timur Tengah mengurangi produksi secara signifikan sehingga pasokan global makin ketat. Sebagai respons, International Energy Agency (IEA) menyetujui pelepasan cadangan darurat terbesar sepanjang sejarah, dengan total sekitar 400 juta barel minyak dari negara-negara anggotanya.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL (WTI) pada timeframe H1 menunjukkan potensi pembalikan bullish setelah terbentuk pola inverse head and shoulders dengan neckline di area 87.60. Breakout di atas level ini menandakan momentum beli mulai menguat setelah muncul break of structure. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan terbuka menuju target 94.80 sebagai resistance terdekat.
Jika momentum berlanjut, harga minyak berpotensi melanjutkan reli ke 99.20 mendekati level psikologis 100. Namun skenario bullish dapat melemah bila harga turun kembali ke bawah support 84.80 – 83.10, yang berpotensi memicu koreksi lebih dalam menuju 80.40.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.