Lonjakan harga minyak mentah terjadi tajam pada pembukaan perdagangan, melonjak hingga 22% dan menembus lebih dari 110 dolar per barel. Kenaikan ini memperpanjang reli pekan sebelumnya yang telah mencapai rekor 36%. Pemicunya berasal dari berkurangnya pasokan setelah sejumlah produsen utama di Timur Tengah memangkas produksi, sementara jalur penting pengiriman energi global, Selat Hormuz, masih tertutup akibat konflik Iran.
Kuwait, produsen terbesar kelima di dalam OPEC, mengumumkan langkah pengurangan produksi minyak dan aktivitas kilang sebagai tindakan pencegahan. Keputusan tersebut diambil setelah muncul ancaman dari Iran terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran pasar karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia.
Di Irak, produksi dari tiga ladang minyak utama di wilayah selatan dilaporkan turun drastis sekitar 70%, menjadi hanya 1,3 juta barel per hari dibandingkan 4,3 juta barel sebelum konflik terjadi. Sementara itu, Uni Emirat Arab menyatakan sedang mengatur produksi lepas pantai secara hati-hati untuk menyesuaikan kapasitas penyimpanan, meskipun kegiatan di fasilitas darat tetap berjalan normal. Kondisi ini memperkuat ketegangan pasokan global dan mendorong harga energi terus bergerak naik.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan WTI Oil (USOIL) pada timeframe satu jam menunjukkan momentum bullish yang sangat kuat setelah harga menembus struktur pasar penting atau break of structure (BOS) di area sekitar 107. Lonjakan tajam dari zona 88 hingga menembus 110 memperlihatkan dominasi pembeli dalam jangka pendek. Berdasarkan proyeksi Fibonacci, area 107 kini berubah menjadi level penopang terdekat, sementara 115 menjadi batas kenaikan berikutnya yang berpotensi diuji apabila tekanan beli tetap terjaga.
Jika harga mampu bertahan di atas 107, peluang kenaikan menuju zona resistensi kuat di kisaran 118 hingga 126 semakin terbuka. Area tersebut menjadi target teknikal berikutnya sekaligus wilayah yang kemungkinan memicu aksi ambil untung. Namun apabila terjadi koreksi sehat, pergerakan turun berpotensi menguji kembali level 100 hingga 95 sebelum tren naik berlanjut. Selama struktur higher high tetap terjaga, bias pasar minyak masih condong ke arah penguatan.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.