Harga minyak WTI turun ke bawah area 65 dolar AS per barel pada Jumat (30/01), meski masih berada di jalur kinerja bulanan terbaik sejak pertengahan 2023. Pergerakan ini tetap ditopang meningkatnya premi risiko geopolitik, yang menjaga sentimen pasar energi meski tekanan jangka pendek muncul.
Fokus utama pasar tertuju pada kembali memanasnya hubungan Amerika Serikat dan Iran. Seruan Presiden AS Donald Trump untuk membuka pembicaraan nuklir dibalas peringatan keras dari Teheran, memicu kekhawatiran gangguan pengiriman energi. Selat Hormuz menjadi sorotan karena jalur sempit ini memegang peran vital bagi arus minyak mentah dan LNG global setiap hari.
Selain faktor Timur Tengah, harga minyak sepanjang bulan ini juga terdorong ketegangan geopolitik di Venezuela, gangguan produksi di Kazakhstan, pembekuan output di AS, serta pengetatan pembelian minyak Rusia. Kombinasi risiko pasokan tersebut mampu mengimbangi ekspektasi kelebihan produksi, menjaga harga energi tetap kuat sepanjang awal tahun.
OPINI ANALIS TRAZE
Secara teknikal, WTI Oil menunjukkan tanda pelemahan setelah gagal menembus area supply zone dan membentuk pola penolakan di puncak kenaikan. Struktur Change of Character mengindikasikan pergeseran sentimen dari dominasi beli menuju tekanan jual, diperkuat breakdown dari pola konsolidasi segitiga. Harga kini bergerak di bawah area Fibonacci menengah, mencerminkan momentum bullish yang mulai memudar.
Selama pergerakan tertahan di bawah zona resistensi, potensi koreksi lanjutan menuju area demand berikutnya masih terbuka. Namun, peluang pantulan teknikal dapat muncul apabila harga mampu bertahan di support kunci sebelum menentukan arah selanjutnya. Kondisi indikator momentum yang melemah menegaskan pasar sedang memasuki fase penyesuaian dengan volatilitas yang tetap tinggi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.