Harga minyak mentah WTI kembali menguat menembus level $98 per barel pada Jumat (10/04), didorong meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Serangan Israel ke Lebanon serta penutupan Selat Hormuz membuat upaya diplomasi semakin tertekan. Namun demikian, secara mingguan harga masih berpotensi turun lebih dari 10% setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa operasi militernya di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan damai antara Washington dan Teheran. Di sisi lain, Amerika Serikat telah menjadwalkan pembicaraan lanjutan dengan Israel dan Lebanon guna membahas kemungkinan gencatan senjata yang lebih luas. Situasi ini menunjukkan bahwa stabilitas kawasan masih rapuh meskipun ada upaya meredakan konflik.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran terkait rencana penerapan biaya transit di Selat Hormuz, yang dinilai mengganggu arus distribusi energi global. Jalur pelayaran strategis tersebut masih belum sepenuhnya dibuka karena pelaku industri menunggu kepastian keamanan. Di waktu bersamaan, Arab Saudi melaporkan penurunan kapasitas produksi sekitar 600 ribu barel per hari akibat serangan terhadap fasilitas energi, termasuk pipa utama yang menjadi alternatif jalur ekspor minyak.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga WTI pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan bearish kuat setelah terjadi penolakan di area supply sekitar 95 – 96. Penurunan tajam membentuk perubahan karakter (CHoCH) yang menandakan pergeseran momentum dari bullish ke bearish. Saat ini harga bergerak di bawah area Fibonacci 38,2% dan cenderung menguji level 61,8% di kisaran 89,5 sebagai zona kunci. Jika tekanan jual berlanjut, peluang penurunan menuju demand zone di area 86 semakin terbuka, sekaligus menjadi titik invalidasi struktur naik sebelumnya.
Di sisi lain, skenario rebound tetap memungkinkan apabila harga mampu bertahan di area golden ratio dan membentuk reaksi bullish yang kuat. Pantulan dari zona tersebut berpotensi membawa harga kembali ke area supply dengan target bertahap di sekitar 95 hingga 97. Namun, selama harga masih berada di bawah resistance terdekat, bias jangka pendek tetap cenderung melemah. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas sebelum mengambil posisi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.