Harga minyak mentah WTI sempat melonjak hingga mencapai $115,5 per barel pada awal pekan, sebelum akhirnya terkoreksi dan kehilangan sebagian besar penguatannya. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat mengeluarkan ultimatum terbaru kepada Iran. Ancaman tersebut mencakup kemungkinan serangan terhadap infrastruktur sipil jika Iran tidak segera membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global.
Pemerintah Iran dengan tegas menolak tuntutan tersebut, sehingga Selat Hormuz tetap tertutup dan memicu kekhawatiran pasar. Jalur ini diketahui menjadi penghubung bagi sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia, sehingga gangguan di wilayah tersebut langsung berdampak pada volatilitas harga energi. Situasi ini memperburuk ketidakpastian global, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada impor energi dari kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, kelompok produsen minyak OPEC+ mengingatkan bahwa kerusakan infrastruktur akibat konflik dapat berdampak jangka panjang terhadap pasokan minyak dunia. Meskipun organisasi tersebut telah menyetujui peningkatan kuota produksi untuk mengatasi potensi kekurangan pasokan, risiko gangguan distribusi tetap tinggi. Kondisi ini membuat pasar energi global berada dalam tekanan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan investor terhadap perkembangan geopolitik terbaru.
OPINI ANALIS TRAZE
Harga minyak WTI pada timeframe 1 jam menunjukkan struktur bullish yang masih terjaga meski sempat mengalami koreksi. Terlihat adanya pola break of structure (BOS) yang mengonfirmasi dominasi buyer, diikuti fase pullback menuju area buy zone di kisaran 99–101. Area ini diperkuat oleh level Fibonacci 50% hingga 61,8%, yang sering menjadi titik reaksi harga sebelum melanjutkan tren naik. Selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, potensi rebound tetap terbuka dengan target kenaikan menuju resistance berikutnya di sekitar 110 hingga 115.
Namun, skenario ini tetap perlu diwaspadai apabila harga menembus support kunci di area 92 yang ditandai sebagai invalidasi. Penurunan di bawah level tersebut berpotensi mengubah struktur pasar menjadi bearish dan memicu tekanan jual lanjutan. Dalam jangka pendek, pergerakan harga cenderung menunggu konfirmasi dari reaksi di area support terdekat, sehingga strategi terbaik adalah menunggu sinyal pembalikan yang jelas sebelum mengambil posisi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.