Harga minyak mentah WTI turun mendekati $93 per barel pada Jumat (27/03), menghapus sebagian kenaikan sesi sebelumnya. Pelemahan ini terjadi setelah Donald Trump memperpanjang tenggat bagi Iran selama 10 hari untuk mencapai kesepakatan atau menghadapi serangan lanjutan. Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran pasar dalam jangka pendek, meski ketidakpastian geopolitik masih membayangi.
Di sisi lain, Trump menyebut Iran telah mengizinkan 10 kapal tanker melintasi Selat Hormuz sebagai bentuk “isyarat” kepada Amerika Serikat. Menteri Keuangan Scott Bessent juga mengungkapkan rencana peluncuran program asuransi guna memperlancar arus pengiriman di jalur vital tersebut, yang menjadi nadi distribusi energi global.
Meski harga terkoreksi, minyak masih menguat sekitar 40% sejak konflik memanas. Penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran sempat mengguncang pasokan karena jalur ini menyalurkan hampir seperlima energi dunia. Negosiasi yang belum menemukan titik temu termasuk penolakan Iran atas proposal AS membuat arah pasar tetap sensitif terhadap perkembangan politik dan keamanan kawasan.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga WTI terlihat mulai kehilangan momentum setelah gagal menembus area resistance kuat di sekitar 94.20, membentuk pola weak high yang mengindikasikan potensi pelemahan lanjutan. Struktur pasar menunjukkan tanda perubahan karakter (CHoCH) setelah reli sebelumnya, diperkuat dengan penolakan di area Fibonacci 78.6%. Selama harga tertahan di bawah zona ini, tekanan jual cenderung masih dominan dalam jangka pendek.
Secara teknikal, area golden ratio 61.8% di kisaran 92.90 menjadi kunci arah berikutnya. Jika level ini gagal dipertahankan, harga berpotensi turun menuju target pertama di sekitar 90.85, bahkan berlanjut ke area 89.90 sebagai support berikutnya. Namun, skenario bearish bisa batal jika harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas resistance, membuka peluang kenaikan lebih lanjut.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.