Harga minyak mentah WTI anjlok tajam hingga lebih dari 15% dan turun di bawah $95 per barel pada Rabu (08/04). Penurunan drastis ini terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, menunda ancaman serangan terhadap infrastruktur sipil Iran selama dua minggu, sembari mendorong terciptanya “gencatan senjata dua arah”. Keputusan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan global yang sebelumnya memicu lonjakan harga energi.
Sentimen pasar semakin membaik setelah AS menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilai sebagai dasar negosiasi yang cukup realistis. Dalam periode ini, peluang tercapainya kesepakatan damai terbuka lebar. Iran juga menyatakan kesediaannya untuk membuka kembali Selat Hormuz selama dua minggu dengan syarat seluruh aksi militer dihentikan, sementara Israel dilaporkan turut menyetujui gencatan senjata sementara demi menjaga stabilitas kawasan.
Sebelumnya, potensi penutupan Selat Hormuz jalur vital yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia telah mengguncang pasar energi global. Kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak sempat meningkatkan risiko inflasi dan memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi global. Namun, meredanya tensi geopolitik kini memberi harapan pemulihan stabilitas, sekaligus menekan kembali harga minyak ke level yang lebih rendah.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI (USOIL) menunjukkan tekanan bearish kuat setelah mengalami penolakan di area supply dan membentuk struktur Change of Character (ChoCH). Penurunan tajam yang terjadi menandakan dominasi seller, diperkuat dengan breakdown dari level support sebelumnya. Selama harga tetap berada di bawah area 61.8% Fibonacci, potensi pelemahan lanjutan masih terbuka, dengan target terdekat mengarah ke zona support di sekitar level terendah terbaru.
Meski demikian, peluang koreksi jangka pendek tetap ada jika harga melakukan pullback ke area resistance di kisaran 50% – 61.8%. Zona ini menjadi area krusial bagi seller untuk kembali masuk mengikuti tren utama. Apabila harga gagal bertahan dan menembus ke atas supply zone, maka skenario bearish bisa gugur dan membuka peluang pembalikan arah. Namun untuk saat ini, bias pasar masih cenderung melemah dengan tekanan jual yang dominan.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.