Harga emas melonjak menembus level USD 4.450 per ons, mencatat kenaikan tiga sesi berturut-turut seiring meningkatnya permintaan aset safe haven. Lonjakan ini dipicu oleh gejolak politik di Venezuela setelah operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada lengsernya Presiden Nicolas Maduro. Ketegangan geopolitik tersebut mendorong investor beralih ke emas sebagai aset lindung nilai.
Penguatan emas semakin signifikan setelah logam mulia ini melonjak 2,7% pada sesi sebelumnya, didorong pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut Washington akan sementara “mengelola” Venezuela. Ancaman potensi serangan lanjutan jika pemerintahan sementara gagal memenuhi tuntutan AS turut memperbesar sentimen risiko global, sehingga menopang reli harga emas.
Di sisi lain, pelaku pasar juga menanti rilis data tenaga kerja AS, khususnya laporan ketenagakerjaan bulan Desember, untuk membaca arah kebijakan The Federal Reserve. Pernyataan Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengenai inflasi yang masih membandel serta potensi kenaikan pengangguran menambah kehati-hatian pasar, sekaligus memperkuat daya tarik emas di tengah ketidakpastian ekonomi global.
OPINI ANALIS TRAZE
Harga emas (XAUUSD) pada timeframe H1 masih berada dalam tren bullish dengan struktur higher high dan higher low yang terjaga. Terbentuknya Break of Structure (BOS) menegaskan dominasi buyer, sementara harga bertahan di atas area demand utama yang berfungsi sebagai support kuat, menjaga peluang kelanjutan kenaikan.
Secara teknikal, potensi koreksi wajar diperkirakan terbatas di area Fibonacci 27,2% – 38,2% sebelum melanjutkan penguatan menuju zona supply 4.480 – 4.530. Selama tekanan jual tidak mampu menembus support kunci, bias kenaikan tetap valid dengan fokus pasar tertuju pada pengujian level tertinggi sebelumnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.