Indeks dolar AS menguat dan tetap bertahan di atas level 99,5 pada perdagangan Jumat (13/03), sekaligus membuka peluang mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Penguatan ini didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat di Timur Tengah. Pernyataan keras dari pemimpin di Teheran dan Washington menunjukkan bahwa konflik dengan Iran masih jauh dari mereda setelah hampir dua minggu pertempuran berlangsung.
Situasi semakin memanas ketika harga minyak melonjak tajam setelah pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan komitmen untuk menjaga Selat Hormuz tetap tertutup secara efektif. Pada saat yang sama, Teheran meningkatkan serangan terhadap fasilitas minyak dan transportasi di kawasan tersebut. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global yang dapat mempercepat tekanan inflasi.
Lonjakan risiko inflasi membuat pelaku pasar menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat. Prediksi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve yang sebelumnya diperkirakan terjadi pada Juli kini bergeser ke September. Investor juga menantikan rilis indeks harga PCE Januari, indikator inflasi favorit The Fed, untuk mendapatkan gambaran terbaru mengenai tren harga, meskipun data tersebut belum sepenuhnya mencerminkan dampak konflik Iran terhadap ekonomi global.

Indeks Dolar AS (DXY) pada timeframe H1 menunjukkan kecenderungan bullish setelah berhasil membentuk Break of Structure (BOS) yang mengonfirmasi perubahan arah pasar. Pergerakan harga kini berada di atas garis tren naik yang menjadi penopang momentum. Setelah reli kuat dari area support sekitar 98.4, harga terus membentuk higher low dan mendekati area resistance di sekitar 99.5 yang juga ditandai sebagai weak high, menandakan potensi likuiditas di atas level tersebut.
Selama harga tetap bertahan di atas support kunci 99.0, peluang kenaikan masih terbuka. Skenario teknikal menunjukkan kemungkinan koreksi ringan menuju area Fibonacci 23.6% sebelum melanjutkan penguatan. Jika tekanan beli kembali meningkat, DXY berpotensi melanjutkan rally menuju target berikutnya di sekitar 99.8 hingga 100.1. Namun, penurunan di bawah zona support dapat memicu konsolidasi lebih dalam sebelum arah tren berikutnya terbentuk.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.