Harga perak sempat anjlok tajam hingga mendekati USD 64 per ounce sebelum kembali pulih ke atas area USD 70, mencerminkan tingginya volatilitas pasar global. Tekanan kuat ini dipicu aksi deleveraging besar-besaran yang membuat logam putih kehilangan lebih dari empat puluh persen nilainya dari puncak akhir Januari, sekaligus menghapus seluruh kenaikan sepanjang tahun.
Sebelumnya, perak bersama logam mulia lain sempat melesat ke rekor tertinggi akibat meningkatnya risiko geopolitik, ketidakpastian ekonomi, serta kekhawatiran terhadap independensi bank sentral Amerika Serikat. Lonjakan tersebut diperkuat oleh minat lindung nilai dan aktivitas spekulatif yang agresif, khususnya dari pelaku pasar Asia, sehingga membentuk reli yang rapuh terhadap perubahan sentimen.
Tekanan semakin dalam ketika dolar AS menguat tajam menyusul penunjukan figur ketua Federal Reserve yang dipandang lebih hawkish. Kondisi ini mempersempit daya tarik aset safe haven dan membuat pergerakan perak jauh lebih ekstrem dibanding logam mulia lain, karena arus spekulasi mendominasi dinamika fundamental penawaran dan permintaan.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD masih berada dalam tekanan setelah harga bergerak di dalam descending channel dan gagal mempertahankan area atas. Struktur lower high yang terbentuk menegaskan dominasi seller, sementara pantulan yang terjadi sejauh ini masih bersifat korektif. Selama harga tertahan di bawah garis tren turun, potensi kelanjutan pelemahan tetap lebih dominan dibanding peluang pembalikan arah.
Dari sisi level teknikal, area bawah yang berdekatan dengan Fibonacci retracement penting menjadi zona krusial untuk menguji kekuatan buyer. Reaksi positif dari area tersebut dapat membuka peluang pullback menuju resistance terdekat. Namun jika tekanan jual kembali meningkat dan support gagal bertahan, risiko penurunan lanjutan masih terbuka lebar, sehingga konfirmasi pergerakan harga menjadi kunci sebelum mengambil posisi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.