Harga perak (silver) terus menguat pada perdagangan Kamis (05/03) dan mendekati level $85 per ounce, menandai dua sesi kenaikan berturut-turut. Permintaan logam mulia meningkat seiring melemahnya dolar AS serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik akibat konflik yang melibatkan Iran. Situasi ini mendorong investor mencari aset lindung nilai untuk menjaga stabilitas portofolio di tengah ketegangan global.
Ketegangan meningkat setelah kampanye militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memasuki hari keenam. Pasar semakin waspada terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas. Laporan menyebutkan sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka, sebuah insiden yang disebut Menteri Pertahanan Pete Hegseth sebagai serangan pertama terhadap musuh sejak Perang Dunia II. Perkembangan tersebut memperkuat sentimen risiko di pasar keuangan.
Di sisi lain, pelemahan dolar juga memberikan dukungan tambahan bagi harga perak. Sentimen sempat membaik setelah muncul laporan mengenai kemungkinan pembicaraan damai antara pihak Iran dan Amerika Serikat, meskipun kemudian dibantah oleh Teheran. Sementara itu, kekhawatiran inflasi sedikit mereda setelah pemerintah AS memberikan sinyal stabilitas aktivitas perdagangan di kawasan Teluk, meski rencana tarif global sebesar 15% yang diumumkan oleh pemerintahan Trump diperkirakan mulai berlaku dalam waktu dekat.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan XAGUSD (perak) pada grafik satu jam menunjukkan upaya pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan kuat. Harga kini bergerak di sekitar area 84, mendekati level retracement Fibonacci 23,6% yang berfungsi sebagai zona penentu arah jangka pendek. Struktur pasar mulai membentuk higher low setelah terjadi perubahan karakter pergerakan harga, menandakan potensi kelanjutan fase pemulihan selama harga mampu bertahan di atas area support dinamis sekitar 83.
Jika momentum beli tetap terjaga, perak berpeluang melanjutkan penguatan menuju area resistensi berikutnya di sekitar 86 sebagai target awal, kemudian membuka ruang kenaikan lebih lanjut ke kisaran 89 hingga 92. Namun, skenario bullish ini dapat melemah apabila harga kembali turun dan menembus support penting di area 81 – 80, yang berpotensi memicu tekanan jual lanjutan. Oleh karena itu, pelaku pasar cenderung memperhatikan reaksi harga di zona support dan resistance utama untuk mengonfirmasi arah pergerakan berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.