Harga emas (XAU/USD) bergerak naik ke sekitar USD 5.060 pada awal sesi Asia, tetap berada di zona positif meski data ketenagakerjaan Amerika Serikat dirilis lebih kuat dari perkiraan. Fokus pasar kini tertuju pada laporan inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan diumumkan Jumat, yang berpotensi menentukan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve selanjutnya.
Penguatan logam mulia didukung permintaan aset safe haven di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden Donald Trump menegaskan pembicaraan dengan Teheran harus terus berlanjut setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia juga memperingatkan kemungkinan langkah tegas jika kesepakatan nuklir tidak tercapai, sehingga menjaga minat beli terhadap emas sebagai lindung nilai risiko.
Sementara itu, laporan Nonfarm Payrolls menunjukkan penambahan 130 ribu pekerjaan pada Januari, melampaui ekspektasi pasar dan disertai penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,3 persen. Pernyataan pejabat The Fed yang menekankan perlunya mempertahankan suku bunga restriktif turut menopang dolar AS. Konsensus memperkirakan inflasi tahunan berada di kisaran 2,5 persen, dan jika tekanan harga melandai, peluang pemangkasan suku bunga bisa kembali dipertimbangkan, faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan emas dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE

XAUUSD pada timeframe satu jam masih bergerak dalam tren naik dengan harga bertahan di atas area demand dan garis tren support. Zona Fibonacci 50%–61,8% menjadi pijakan penting selama tekanan jual tidak mampu menembusnya. Selama level ini terjaga, peluang uji resistance dan puncak sebelumnya tetap terbuka.
Namun, munculnya indikasi weak high di area atas dapat memicu koreksi terbatas. Breakout di atas resistance akan memperkuat momentum bullish, sedangkan penembusan support kunci berisiko mengubah arah pergerakan menjadi lebih lemah dalam jangka pendek.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.