Indeks dolar AS bertahan di atas level 98 pada Rabu (17/12), meski masih berada dekat titik terendah dalam lebih dari dua bulan. Pergerakan ini mencerminkan sikap pasar yang berhati-hati setelah data ketenagakerjaan menunjukkan sinyal beragam, sehingga belum cukup kuat untuk mengubah arah kebijakan Federal Reserve dalam waktu dekat.
Laporan tenaga kerja yang tertunda mengungkapkan pertumbuhan payroll November melampaui perkiraan, namun revisi tajam penurunan data Oktober serta kenaikan tingkat pengangguran ke 4,6% tertinggi sejak 2021, membatasi penguatan dolar. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar tetap memperkirakan peluang sekitar 75% bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan Januari mendatang.
Fokus investor kini tertuju pada pidato pejabat The Fed, termasuk Christopher Waller dan John Williams, serta rilis data inflasi konsumen November yang dijadwalkan Kamis. Selain itu, keputusan kebijakan moneter dari bank sentral utama dunia seperti Bank of Japan, Bank of England, dan European Central Bank juga menjadi perhatian, karena berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang global dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) masih bergerak bearish setelah gagal menembus area supply 98.10 – 98.30. Munculnya beberapa Break of Structure (BOS) ke bawah menegaskan tekanan jual tetap dominan, meski harga sempat memantul dari area weak low di sekitar 97.50.
Selama DXY tertahan di bawah zona resistensi, potensi pelemahan masih terbuka menuju support 97.70–97.50. Kenaikan saat ini cenderung bersifat korektif, kecuali harga mampu membentuk struktur yang lebih kuat di atas area keseimbangan.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.