Harga perak anjlok sekitar 5% ke bawah level USD 89 per ons pada Kamis (15/01), terkoreksi tajam setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Penurunan ini terjadi seiring keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menunda penerapan tarif baru atas impor mineral kritis, sehingga memicu aksi ambil untung di pasar logam mulia.
Trump menyatakan pemerintah AS akan memprioritaskan negosiasi dengan negara mitra guna menjamin pasokan mineral strategis dan memangkas risiko rantai pasok dalam waktu cepat. Meski demikian, Gedung Putih menegaskan opsi pembatasan impor tetap terbuka apabila kesepakatan yang diharapkan tidak tercapai, membuat pasar bersikap lebih berhati-hati.
Tekanan tambahan datang dari meredanya minat aset safe haven setelah Trump mengungkapkan eksekusi terhadap demonstran di Iran telah dihentikan, sehingga kekhawatiran akan aksi militer AS menurun. Di sisi lain, rilis data ekonomi Amerika Serikat terbaru tidak banyak memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed, sementara isu independensi bank sentral juga mulai mereda, ikut menekan harga perak.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada time frame satu jam menunjukkan perubahan struktur setelah reli kuat beruntun. Penolakan tegas di area supply dekat puncak memicu penurunan tajam yang sekaligus menembus garis tren naik, menandakan momentum bullish mulai melemah. Tekanan jual semakin valid setelah harga gagal bertahan di atas level Fibonacci menengah, memperkuat sinyal koreksi jangka pendek dari kondisi jenuh beli.
Saat ini, pergerakan perak cenderung mengarah ke fase retracement dengan zona demand terdekat menjadi fokus utama pelaku pasar. Area tersebut berpotensi menjadi penahan penurunan sekaligus penentu arah berikutnya, apakah harga mampu membentuk pantulan teknikal atau justru melanjutkan pelemahan lebih dalam. Selama harga masih berada di bawah area supply, bias pasar cenderung konsolidatif hingga bearish dengan volatilitas yang tetap tinggi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.