Harga minyak mentah WTI bergerak stabil di area 59 dolar per barel setelah mencatat penguatan dalam dua sesi sebelumnya. Kenaikan tertahan oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat kembali memanasnya hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa yang menekan prospek permintaan energi dunia. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati meski sentimen jangka pendek sempat membaik.
Ketegangan dipicu oleh ancaman tarif baru dari Presiden AS terhadap sejumlah negara Eropa terkait isu Greenland, yang berpotensi memperlambat aktivitas ekonomi lintas kawasan. Di sisi lain, kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah mulai mereda setelah sinyal penundaan aksi militer terhadap Iran, sehingga risiko gangguan distribusi minyak dalam waktu dekat dinilai menurun.
Meski demikian, pasar minyak masih dibayangi surplus pasokan global yang cukup besar, membatasi ruang kenaikan harga. Fokus investor kini tertuju pada laporan bulanan IEA yang akan dirilis, karena data tersebut diperkirakan memberi gambaran lebih jelas mengenai keseimbangan suplai dan permintaan ke depan, sekaligus menentukan arah pergerakan WTI selanjutnya.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan WTI oil pada timeframe satu jam menunjukkan fase koreksi setelah reli sebelumnya tertahan di area resistance kuat. Harga saat ini bergerak di bawah zona golden ratio Fibonacci, menandakan tekanan jual masih mendominasi. Struktur pasar memperlihatkan lower high yang mengonfirmasi potensi kelanjutan tren turun, selama harga gagal menembus area invalidasi di sekitar 60.00.
Dari sisi teknikal, area demand zone di kisaran 58.50–58.10 menjadi fokus utama sebagai penahan penurunan. Reaksi beli di zona tersebut berpotensi memicu pantulan jangka pendek menuju area 59.00, namun jika support ini ditembus, peluang penurunan lanjutan menuju level 57.60 semakin terbuka. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan tetap disiplin mengikuti konfirmasi arah sebelum mengambil posisi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.