Harga minyak mentah WTI bergerak di bawah $59 per barel pada Selasa (09/12) setelah turun 2% pada sesi sebelumnya. Pelemahan ini terjadi karena ekspektasi kelebihan pasokan yang dinilai lebih kuat dibandingkan risiko geopolitik yang sedang berlangsung. Pasar menantikan rilis laporan terbaru dari EIA dan OPEC+ minggu ini untuk mendapatkan panduan terkini mengenai proyeksi permintaan serta penawaran energi global.
Perkiraan pasar mulai berubah sejak pertengahan Oktober ketika IEA menyampaikan potensi surplus besar untuk tahun 2026, bersamaan dengan revisi proyeksi OPEC+ dari defisit menjadi surplus pada kuartal ketiga. Sentimen negatf semakin bertambah setelah Irak memulihkan produksi di ladang minyak West Qurna-2 milik Lukoil, yang menyumbang sekitar 0,5% pasokan dunia setelah sempat dihentikan karena kebocoran jalur ekspor. Kembalinya suplai tersebut menekan harga karena menambah keyakinan bahwa pasar minyak berada dalam kondisi longgar.
Meski beberapa faktor geopolitik seperti stagnasi pembicaraan damai Rusia – Ukraina serta meningkatnya ketegangan Amerika Serikat dan Venezuela masih diperhitungkan, pengaruhnya dinilai belum mampu mengimbangi tekanan pasokan. Pelaku pasar juga mengamati keputusan Federal Reserve yang diprediksi memangkas suku bunga 25 basis poin sebagai upaya memacu perekonomian. Jika kebijakan moneter lebih longgar berhasil mendorong aktivitas industri, permintaan energi berpotensi meningkat kembali dalam beberapa bulan mendatang.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI saat ini berada di sekitar $58.63, bergerak di bawah pivot harian $59.08, menunjukkan tekanan bearish masih mendominasi setelah gagal bertahan di atas area resisten R1 $59.67. Selama harga bertahan di bawah pivot, tren jangka pendek cenderung melemah dengan peluang menuju support S1 $58.08, bahkan potensi lanjutan ke S2 $57.49 apabila penurunan berlanjut.
Sebaliknya, jika terjadi rebound dan mampu menembus $59.08, momentum beli dapat menguji R1 $59.67 sebagai batas penguatan awal. Dari sisi peluang trading, skenario terbaik saat ini adalah mencari posisi sell on rally mendekati pivot dengan target area support, sementara strategi buy baru lebih aman jika harga berhasil break dan bertahan di atas R1 dengan konfirmasi volume.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.