Harga emas merosot ke kisaran $4.060 per ons pada Jumat (21/11) dan menuju penurunan mingguan ringan setelah peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember menyusut akibat rilis data tenaga kerja terbaru. Laporan Departemen Tenaga Kerja AS yang sempat tertunda karena penutupan pemerintahan menunjukkan nonfarm payrolls naik 119.000 pada September, jauh di atas proyeksi 50.000, menandakan pasar tenaga kerja masih stabil meski mulai mendingin.
Di sisi lain, tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,4%, level tertinggi sejak Oktober 2021 dan sedikit lebih tinggi dari perkiraan 4,3%. Pertumbuhan upah juga melampaui ekspektasi dengan kenaikan 3,8%, memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda. Karena adanya penundaan, laporan ketenagakerjaan untuk Oktober akan dilebur ke dalam rilis data November.

Sumber: https://www.cmegroup.com/markets/interest-rates/cme-fedwatch-tool.html
Beberapa pejabat The Fed menyampaikan sikap hati-hati terkait pemangkasan suku bunga, membuat pelaku pasar kini menilai peluang penurunan suku bunga bulan depan hanya sekitar 40%. Kombinasi data tenaga kerja yang solid, kecenderungan kebijakan moneter yang belum longgar, serta ketidakpastian ekonomi global menjadi tekanan utama bagi pergerakan emas dalam jangka pendek.
XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE
Harga emas masih bergerak tertekan setelah gagal menembus area resistansi kuat di zona Fibonacci 38,2%–50%. Pola lower high pada grafik empat jam menunjukkan seller masih dominan, membuat kenaikan sulit bertahan dan menjaga harga tetap di bawah struktur bullish sebelumnya.
Harga kini bertumpu pada trendline utama dan area support penting di sekitar level 23,6% Fibonacci. Jika zona ini ditembus, peluang penurunan menuju area demand berikutnya menjadi semakin besar, menandai melemahnya momentum beli.
Kenaikan baru hanya berpotensi terjadi jika emas mampu menembus kembali resistansi kunci tersebut. Tanpa breakout meyakinkan, pergerakan emas diperkirakan tetap terbatas dengan bias teknikal yang cenderung bearish.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.