Harga emas bertahan di dekat rekor tertinggi sekitar USD 4.300 per ons pada Selasa (16/12), seiring investor menunggu rilis data nonfarm payrolls Amerika Serikat yang dinilai krusial bagi arah kebijakan Federal Reserve. Selain itu, pasar juga mencermati laporan penjualan ritel serta data awal sektor manufaktur yang dijadwalkan rilis dalam waktu dekat.
Perhatian pelaku pasar semakin tertuju pada data inflasi November yang akan diumumkan Kamis, karena berpotensi memengaruhi proyeksi suku bunga. Saat ini, probabilitas sebesar 75,6% menunjukkan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Januari, meskipun ekspektasi penurunan suku bunga tahun depan masih terbuka.
Namun, kenaikan harga emas cenderung terbatas akibat meredanya ketegangan geopolitik. Optimisme terkait peluang perdamaian Rusia–Ukraina menekan minat aset lindung nilai, setelah Presiden Donald Trump menyebut penyelesaian konflik tersebut semakin mendekat.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada grafik H1 masih bergerak dalam tren naik meski terlihat fase konsolidasi di sekitar area pivot 4.313. Struktur harga tetap bertahan di atas moving average utama, menandakan minat beli belum sepenuhnya hilang setelah reli kuat sebelumnya.
Selama emas mampu bertahan di atas support 4.276, peluang penguatan menuju resistance 4.341 hingga 4.378 tetap terbuka. Namun, penembusan ke bawah level tersebut dapat memicu koreksi lanjutan ke area 4.248 sebagai support berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.