Harga perak melonjak menembus USD 78 per ons, mencatat kenaikan tiga sesi berturut-turut dan semakin mendekati level tertinggi sepanjang masa. Lonjakan ini dipicu meningkatnya permintaan aset safe haven menyusul serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela serta penangkapan Presiden Nicolas Maduro, yang menambah ketidakpastian geopolitik global.
Sentimen bullish kian menguat setelah muncul laporan ancaman aksi militer lanjutan dari Presiden Donald Trump jika pemerintahan sementara Venezuela tidak memenuhi tuntutan Washington. Di saat yang sama, data manufaktur AS yang lebih lemah dari perkiraan serta pernyataan dovish pejabat Federal Reserve mengenai risiko pasar tenaga kerja turut menekan dolar, sehingga mendukung penguatan harga perak.
Meski pasar masih memproyeksikan probabilitas di atas 80% bahwa The Fed akan menahan suku bunga bulan ini, reli perak tetap solid. Kenaikan harga juga ditopang oleh kekhawatiran pasokan serta permintaan kuat dari sektor industri dan arus investasi, menjaga prospek positif perak dalam jangka menengah.
OPINI ANALIS TRAZE
Harga perak (XAGUSD) pada timeframe H1 menegaskan pembalikan tren ke arah bullish setelah berhasil menembus trendline turun dan membentuk Break of Structure (BOS). Pergerakan ini menunjukkan dominasi buyer yang semakin kuat, didukung oleh struktur higher low serta reaksi positif dari area demand yang menjaga tekanan jual tetap terbatas.
Secara teknikal, zona 75,8 – 77,3 menjadi area penting untuk menjaga momentum kenaikan sebelum harga mengarah ke target 79,1 hingga 81,9 di area supply. Selama perak mampu bertahan di atas support kunci, peluang kelanjutan reli tetap terbuka, dengan potensi koreksi sehat sebagai bagian dari penguatan tren.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.