Harga minyak mentah WTI bergerak menguat ke area $61 per barel, melanjutkan reli yang terbentuk sejak akhir pekan lalu. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya minat pasar terhadap komoditas energi di tengah ketidakpastian global, terutama ketika risiko geopolitik kembali mendominasi sentimen pelaku pasar.
Fokus utama tertuju pada kawasan Timur Tengah setelah Amerika Serikat mengerahkan kelompok kapal induk sebagai bagian dari peningkatan kekuatan militer di wilayah tersebut. Langkah ini memicu kekhawatiran eskalasi konflik dengan Iran yang berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia. Di sisi lain, isu perdagangan kembali mencuat usai Presiden Donald Trump mengancam penerapan tarif tinggi terhadap Kanada apabila negara tersebut melanjutkan kesepakatan dagang dengan China.
Namun, potensi penguatan harga tertahan oleh kabar dari Kazakhstan, di mana ekspor minyak diperkirakan kembali normal setelah fasilitas lepas pantai berhasil dipulihkan. Kombinasi antara risiko geopolitik dan faktor suplai ini membuat pergerakan WTI cenderung volatil, dengan pasar menanti perkembangan lanjutan sebagai penentu arah harga berikutnya.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI pada timeframe H1 menunjukkan perubahan struktur ke arah bullish, terlihat dari terbentuknya break of structure setelah harga memantul kuat dari area demand. Kenaikan ini mengindikasikan dominasi buyer mulai mengambil alih, dengan pergerakan harga yang kini bertahan di atas support intraday sekitar 60.7 sebagai pijakan utama kelanjutan tren naik.
Selama harga mampu menjaga posisi di atas zona tersebut, peluang penguatan menuju area resistance selanjutnya tetap terbuka. Namun, mendekati level penawaran atas, potensi reaksi pasar perlu diantisipasi karena adanya indikasi weak high yang dapat memicu koreksi jangka pendek. Skenario terbaik tetap menunggu konfirmasi lanjutan sebelum harga menentukan arah berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.