HomeMarket NewsGejolak Timur Tengah Seret Harga Perak di Pasar Global

Harga perak turun ke sekitar $80 per ounce pada Senin (16/03), menandai penurunan selama empat sesi berturut-turut. Tekanan ini muncul seiring konflik Iran memasuki minggu ketiga, sementara harga minyak bergerak sangat volatil. Lonjakan minyak sempat terjadi setelah Amerika Serikat menyerang target militer di Pulau Kharg pusat ekspor minyak utama Iran pada akhir pekan, sekaligus memperingatkan kemungkinan serangan terhadap infrastruktur energi jika Iran mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Di sisi lain, pasar juga mencermati laporan bahwa Amerika Serikat segera membentuk koalisi internasional untuk mengawal kapal yang melintas di jalur sempit tersebut, yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global. Langkah ini dipandang penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi dunia, namun ketegangan geopolitik yang masih tinggi membuat harga minyak tetap berfluktuasi dan meningkatkan ketidakpastian di pasar komoditas.

Kenaikan biaya energi turut memicu tekanan inflasi, sehingga mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral utama. Kondisi ini menjadi hambatan bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil seperti perak. Pekan ini, Federal Reserve diperkirakan mempertahankan suku bunga, sementara bank sentral di kawasan Eropa, Inggris, Jepang, Swiss, Australia, dan Kanada juga dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisis teknikal XAGUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan bearish masih dominan setelah harga gagal mempertahankan kenaikan di area resistance sekitar 84.4. Penolakan kuat di zona tersebut memicu penurunan tajam yang menembus struktur support terdekat dan mengindikasikan perubahan momentum pasar. Saat ini harga bergerak di sekitar area 79 – 80 yang menjadi zona krusial, di mana konsolidasi kecil terbentuk setelah penurunan cepat sebelumnya.

Selama harga tetap berada di bawah area resistance 82.5 – 84, potensi pelemahan masih terbuka dengan target teknikal pertama di sekitar 78 sebagai area support berikutnya. Jika tekanan jual berlanjut dan level ini ditembus, pergerakan dapat berlanjut menuju area 76 yang menjadi target lanjutan berdasarkan proyeksi Fibonacci. Namun, skenario bearish bisa melemah apabila harga kembali menembus dan bertahan di atas 84, yang berpotensi memicu pemulihan jangka pendek pada perak.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze