HomeMarket NewsGejolak Teluk Persia Dorong Reli Minyak Dunia

Harga minyak dunia melonjak tajam setelah ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Kontrak berjangka WTI crude naik lebih dari 2% mendekati USD 77 per barel pada Kamis (05/03), melanjutkan reli pekan ini. Lonjakan terjadi setelah kapal selam AS dilaporkan menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyebut serangan tersebut sebagai aksi militer pertama terhadap musuh sejak Perang Dunia II, mempertegas eskalasi konflik yang kini memasuki hari keenam dalam kampanye gabungan AS–Israel.

Situasi geopolitik yang memburuk membuat pelaku pasar waspada terhadap risiko perang berkepanjangan. Krisis ini juga menghentikan aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan akan membakar kapal yang mencoba melintas. Jalur vital tersebut merupakan pintu utama distribusi energi global, sehingga gangguan di kawasan ini langsung memicu kekhawatiran pasokan dan mendorong harga minyak mentah naik signifikan.

Untuk meredam potensi guncangan energi yang lebih luas, Presiden Donald Trump menawarkan skema asuransi risiko serta pengawalan angkatan laut bagi kapal dagang di Teluk Persia. Menteri Keuangan Scott Bessent juga mengumumkan langkah tambahan guna menstabilkan pasar kawasan Teluk. Meski demikian, ketidakpastian masih tinggi, dan pergerakan harga WTI diperkirakan tetap volatil selama ancaman konflik belum mereda.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga WTI oil spot pada timeframe satu jam bergerak dalam pola segitiga simetris setelah reli tajam awal pekan. Struktur higher low masih terjaga dengan area support kuat di kisaran 72.70 – 73.50, bertepatan dengan zona Fibonacci 61.8% – 50%. Selama harga bertahan di atas area tersebut, bias jangka pendek tetap cenderung bullish. Tekanan beli mulai meningkat mendekati resistance 75.50, sementara batas atas pola berada di sekitar 77.20 yang menjadi level kunci penentu arah berikutnya.

Jika terjadi penembusan valid di atas 77.20, momentum berpotensi mendorong kenaikan menuju target lanjutan di area 79.20 hingga 81.70. Sebaliknya, kegagalan breakout dan penurunan di bawah 72.70 dapat membuka ruang koreksi lebih dalam menuju 71.40 bahkan 69.90 sebagai invalidasi tren naik. Dengan volatilitas yang masih tinggi akibat sentimen geopolitik, pergerakan minyak dunia diperkirakan tetap agresif sehingga manajemen risiko menjadi faktor penting dalam menghadapi fluktuasi harga.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze