Momentum pemangkasan suku bunga global mulai kehilangan tenaga seiring bank sentral utama mengambil sikap lebih hati-hati. Federal Reserve memberi sinyal jeda setelah memangkas suku bunga 25 basis poin, menegaskan fokus pada stabilitas harga di tengah inflasi yang belum sepenuhnya jinak. Sikap ini mengubah ekspektasi pasar yang sebelumnya terlalu agresif memperkirakan pelonggaran lanjutan.
Di Eropa, Bank Sentral Eropa memilih menahan kebijakan sejak Mei, mencerminkan kekhawatiran terhadap tekanan harga yang masih bertahan. Sementara itu, Bank of England mendekati pemangkasan terakhirnya, menandakan fase akhir siklus pelonggaran di Inggris. Kombinasi langkah ini memperkuat persepsi bahwa era suku bunga turun cepat hampir berakhir.
Berbeda arah, Jepang justru bersiap menaikkan suku bunga menuju 0,75 persen setelah bertahun-tahun mempertahankan kebijakan ultra-longgar. Inflasi domestik yang tetap tinggi mendorong Bank of Japan mengambil langkah normalisasi, menciptakan dinamika baru di pasar valuta asing dan meningkatkan volatilitas global seiring perbedaan arah kebijakan moneter antarnegara.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.