Harga emas turun mendekati level $4.300 per ounce pada Selasa (24/03), masih berada di bawah tekanan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Iran membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat untuk meredakan konflik, bahkan menilai pernyataan Presiden Donald Trump sebagai upaya memengaruhi pasar keuangan. Di sisi lain, serangan baru terhadap target AS terus terjadi, sementara Israel tetap melanjutkan operasinya terhadap Iran.
Sebelumnya, emas sempat menguat tajam dalam perdagangan intraday setelah Trump menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran dan mengklaim adanya peluang negosiasi. Namun, ketidakpastian hasil diplomasi serta potensi dibukanya kembali Selat Hormuz membuat pelaku pasar tetap waspada. Situasi ini meningkatkan risiko inflasi karena gangguan pasokan energi global.
Dalam beberapa waktu terakhir, harga emas telah terkoreksi hingga sekitar 25% dari puncaknya pada Maret. Lonjakan harga energi menjadi faktor utama yang mendorong kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga. Kondisi ini membuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai sementara melemah, seiring investor menyesuaikan strategi terhadap perubahan kebijakan moneter global.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) masih berada dalam tekanan setelah gagal menembus area resistance dan membentuk struktur bearish baru. Terlihat adanya change of character (ChoCH) yang menandakan potensi perubahan arah ke bawah, diperkuat dengan penolakan kuat di zona supply sekitar 4.450–4.468. Selama harga tetap berada di bawah area ini, peluang penurunan masih terbuka, dengan tekanan jual yang mulai mendominasi pergerakan jangka pendek.
Secara teknikal, target penurunan terdekat mengarah ke area demand di sekitar 4.250, bahkan berpotensi menguji level lebih rendah di kisaran 4.100 yang menjadi weak low. Namun, skenario ini bisa batal jika harga mampu kembali naik dan menembus zona resistance, yang akan membuka peluang pembalikan arah. Untuk saat ini, pasar cenderung bergerak hati-hati sambil menunggu konfirmasi lanjutan dari struktur harga berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.