Harga emas stabil di kisaran 4.650 dolar per ons pada Selasa (07/04) setelah mengalami penurunan selama dua sesi berturut-turut. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar akibat ancaman dari Donald Trump yang menyatakan akan menargetkan infrastruktur sipil Iran jika tuntutannya tidak dipenuhi. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dari konflik berkepanjangan, terutama setelah ia mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan jika akses Selat Hormuz tidak dibuka kembali sebelum batas waktu yang ditentukan.
Di sisi lain, harapan akan meredanya ketegangan sempat muncul seiring indikasi bahwa Amerika Serikat dan Iran mulai mendekati kesepakatan gencatan senjata melalui mediator. Namun, sentimen positif tersebut tertutupi oleh eskalasi ancaman yang memicu ketidakpastian global. Investor pun cenderung bersikap hati-hati, mengingat konflik ini berpotensi mengganggu jalur energi utama dunia serta memperburuk stabilitas ekonomi.
Sejak konflik dimulai, harga emas tercatat turun sekitar 12%, dipengaruhi lonjakan harga energi yang mendorong kekhawatiran inflasi. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan bank sentral, termasuk Federal Reserve, menunda penurunan suku bunga atau bahkan mempertahankan kebijakan ketat lebih lama. Pasar kini memperkirakan suku bunga akan tetap tinggi hingga akhir tahun, berubah dari ekspektasi sebelumnya yang memproyeksikan dua kali pemangkasan.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan XAUUSD berpotensi menunjukkan tekanan setelah gagal mempertahankan kenaikan dan tertolak di area resistance sekitar 4.700. Struktur market mulai berubah sejak munculnya penurunan tajam yang mematahkan tren naik sebelumnya, ditandai dengan terbentuknya lower high dan pelemahan bertahap. Area Fibonacci 61,8% hingga 78,6% menjadi zona krusial yang kini berperan sebagai resistance dinamis, sementara harga bergerak di bawah garis tren naik yang telah ditembus. Hal ini mengindikasikan dominasi seller dalam jangka pendek.
Selama harga masih tertahan di bawah area tersebut, potensi penurunan lanjutan terbuka menuju support 4.590 hingga 4.560 sebagai target berikutnya. Skenario ini diperkuat dengan pola konsolidasi melemah serta penolakan berulang di area tengah. Namun, jika harga mampu kembali naik dan menembus 4.706, peluang pembalikan arah bisa terjadi dengan momentum bullish baru. Oleh karena itu, fokus utama saat ini adalah reaksi harga di area resistance dan kekuatan tekanan jual yang masih mendominasi pasar.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.