Harga emas turun di bawah $5.150 per ounce pada Kamis (12/03), mencatat penurunan dua sesi berturut-turut. Pelemahan terjadi setelah lonjakan harga minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi global, sehingga memperkecil peluang bank sentral memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Sentimen pasar juga dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik yang memicu volatilitas di pasar komoditas. 📉
Harga minyak sendiri naik selama dua hari terakhir karena kekhawatiran perang Iran yang berpotensi berlangsung lama. Kenaikan tersebut terjadi meskipun negara-negara besar mencoba meredakan tekanan pasar melalui pelepasan cadangan energi darurat. Bahkan langkah IEA yang merilis sekitar 400 juta barel minyak, terbesar sepanjang sejarah, dinilai pelaku pasar masih belum cukup menenangkan kekhawatiran pasokan.
Di sisi lain, penguatan dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi Treasury turut menekan emas. Kekhawatiran inflasi jangka depan membuat pasar memperkirakan Federal Reserve hanya akan memangkas suku bunga satu kali tahun ini. Sementara itu, data terbaru menunjukkan inflasi inti AS masih relatif terkendali di awal tahun, meski Uni Eropa memperingatkan inflasi kawasan tersebut berpotensi melampaui 3% pada tahun ini.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAUUSD) pada timeframe H1 terlihat bergerak dalam tekanan setelah gagal mempertahankan kenaikan di area resistance sekitar 5.239. Struktur pasar menunjukkan terbentuknya pola descending channel, menandakan momentum jangka pendek masih cenderung melemah. Saat ini harga bergerak di sekitar level Fibonacci 50% di area 5.150, yang menjadi titik penting untuk menentukan arah selanjutnya setelah terjadi break of structure pada penurunan sebelumnya.
Apabila harga mampu bertahan dan memantul dari area tersebut, peluang rebound terbuka menuju 5.197 hingga kembali menguji 5.239 sebagai resistance utama. Namun jika tekanan jual berlanjut dan menembus 5.128, pergerakan berpotensi turun menuju zona demand 5.100 – 5.060 yang menjadi area support kuat. Reaksi harga di wilayah ini akan menjadi kunci apakah emas mampu memulai pemulihan atau justru melanjutkan koreksi lebih dalam.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.