Harga emas terkoreksi turun dibawah $4.480 per ounce pada hari Rabu (07/01)setelah reli dua hari berakhir, karena pelaku pasar mulai mengabaikan risiko geopolitik sementara menunggu data ekonomi penting AS yang akan dirilis. Fokus investor kini tertuju pada laporan pekerjaan Desember yang dijadwalkan Jumat ini, yang dinilai dapat memberi petunjuk arah kebijakan moneter The Fed. Ekspektasi pasar saat ini masih mencerminkan kemungkinan dua pemotongan suku bunga sepanjang tahun, sejalan pernyataan beberapa pejabat Federal Reserve terkait peluang penurunan jika pengangguran meningkat.
Di sisi lain, latar belakang geopolitik tetap menjadi faktor pendukung bagi emas sebagai aset safe-haven. Ketegangan global yang meningkat setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan AS memicu kekhawatiran investor, mendorong minat pada logam mulia meskipun harga sempat koreksi. Situasi ini menambah ketidakpastian pasar, yang biasanya meningkatkan daya tarik emas di tengah risiko politik dan konflik internasional.
Perhatian pelaku pasar juga meluas ke isu hubungan luar negeri lain seperti spekulasi tentang kemungkinan tindakan militer di wilayah berbeda dan kendala ekspor yang diberlakukan beberapa negara besar. Ketegangan ekonomi serta politik global ini terus memengaruhi sentimen investasi, menciptakan dinamika harga emas yang sensitif terhadap berita dan data ekonomi, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan moneter AS.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan XAUUSD masih bergerak dalam struktur bullish setelah membentuk rangkaian higher high dan higher low di dalam ascending channel. Namun, tekanan jual muncul di area resistance yang ditandai sebagai weak high, memicu koreksi sehat ke bawah. Penolakan di zona ini mengindikasikan pasar sedang mencari likuiditas sebelum menentukan arah lanjutan, sekaligus membuka peluang retracement jangka pendek.
Secara teknikal, area demand di bawah menjadi fokus utama karena berpotensi menahan penurunan dan memicu reaksi beli baru. Selama harga mampu bertahan di zona tersebut, peluang rebound tetap terbuka dengan target kembali menguji resistance atas channel. Skenario ini memperkuat bias bullish jangka menengah, sementara kegagalan bertahan di area demand dapat mengubah struktur pasar menjadi lebih berhati-hati.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.