Harga emas turun ke kisaran $4.930 per ons pada Kamis (05/02), menghentikan kenaikan dua hari sebelumnya akibat penguatan dolar AS setelah Federal Reserve memberi sinyal kehati-hatian terhadap pemangkasan suku bunga. Gubernur The Fed Lisa Cook menegaskan belum mendukung pelonggaran tambahan karena risiko inflasi yang masih tinggi, meski pasar tenaga kerja mulai melambat. Pernyataan ini, ditambah nominasi Kevin Warsh sebagai calon ketua The Fed yang dikenal lebih hawkish, membuat pelaku pasar memperkirakan penurunan suku bunga akan berjalan lebih lambat dari ekspektasi sebelumnya.
Dari sisi data ekonomi, laporan tenaga kerja ADP menunjukkan pertumbuhan payroll swasta yang lebih lemah dari perkiraan. Namun, hasil ISM Services PMI justru melampaui ekspektasi, memberi gambaran bahwa sektor jasa AS tetap solid. Kombinasi data yang beragam ini memperkuat sikap hati-hati bank sentral dan mendorong penguatan mata uang dolar, sehingga menekan pergerakan logam mulia di pasar global.
Di sisi geopolitik, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih membayangi meskipun kedua negara berencana melanjutkan perundingan nuklir di Oman. Washington juga belum menutup kemungkinan aksi militer jika situasi memburuk. Sebelumnya, emas sempat melonjak lebih dari 6% dalam sepekan, mencatat kenaikan intraday terbesar sejak 2008, dipicu aksi beli saat harga terkoreksi tajam dari rekor tertinggi pekan lalu.
OPINI ANALIS TRAZE

XAU/USD menunjukkan tanda pelemahan setelah gagal bertahan di area resistance kunci yang berdekatan dengan zona supply. Harga sempat menanjak mengikuti garis tren naik, namun penolakan kuat di sekitar level Fibonacci 78,6% hingga 100% memicu tekanan jual baru. Struktur market mulai membentuk lower high, menandakan potensi perubahan arah jangka pendek. Break minor support di bawahnya memperkuat sinyal bahwa momentum bullish mulai kehilangan tenaga.
Selama harga tetap berada di bawah area supply tersebut, peluang koreksi lebih dalam masih terbuka menuju zona demand berikutnya di kisaran bawah. Proyeksi Fibonacci extension mengarah ke target penurunan bertahap, dengan potensi uji support di level 0% hingga -27,2%. Skenario ini akan tetap dominan selama tidak ada penutupan harga yang mampu kembali menembus resistance invalidasi, sehingga bias teknikal cenderung bearish dalam waktu dekat.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.