HomeMarket NewsEmas Terpuruk Saat Ancaman Perang Memanas

Harga emas bergerak turun mendekati level $4.600 per ounce pada awal pekan, melanjutkan pelemahan dari sesi sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Donald Trump mengeluarkan ultimatum baru kepada Iran. Ia memperingatkan kemungkinan serangan terhadap fasilitas listrik dan infrastruktur sipil jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali, sekaligus menetapkan tenggat waktu yang memperbesar kekhawatiran pasar global.

Pemerintah Teheran menolak ultimatum tersebut dan tetap melanjutkan serangan terhadap aset energi di kawasan Timur Tengah. Situasi ini mendorong lonjakan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi serta meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Kondisi tersebut membuat emas kehilangan daya tariknya sebagai aset lindung nilai, karena investor mulai mempertimbangkan instrumen lain yang lebih menguntungkan di tengah tekanan ekonomi.

Selain faktor geopolitik dan inflasi, tekanan tambahan datang dari aksi likuidasi paksa di pasar keuangan. Banyak pelaku pasar menjual emas untuk menutup kerugian di aset lain, sehingga mempercepat penurunan harga logam mulia ini. Sejak konflik berlangsung, emas tercatat telah melemah sekitar 12%, menunjukkan perubahan signifikan dalam dinamika pasar yang biasanya mengandalkan emas sebagai aset aman saat krisis.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan fase koreksi setelah sebelumnya membentuk tren naik yang kuat. Harga kini bergerak dalam pola konsolidasi di dalam area Fibonacci, dengan level 50% hingga 61.8% menjadi zona krusial. Terlihat adanya reaksi berulang di area tersebut, menandakan potensi penentuan arah selanjutnya. Selama harga masih tertahan di bawah area resistance, tekanan jual tetap mendominasi, apalagi struktur lower high mulai terbentuk.

Dari sisi proyeksi, area “sell zone” menjadi titik menarik bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan posisi jual dengan target penurunan menuju support terdekat di kisaran 4,550 hingga 4,480. Skenario ini diperkuat oleh garis tren menurun yang membatasi pergerakan naik. Namun, jika harga mampu menembus resistance dan bertahan di atasnya, peluang pembalikan arah bisa terbuka, mengubah bias menjadi bullish dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze