Harga emas turun ke bawah level 5.200 dolar AS per ons pada Jumat (30/01), melanjutkan koreksi akibat aksi ambil untung setelah reli tajam sebelumnya. Meski melemah harian, logam mulia ini tetap mencatat kenaikan bulanan di atas 20 persen, menjadi performa terkuat sejak era 1980-an dan menunjukkan minat investor yang masih solid.
Penguatan emas sepanjang bulan ini didorong pelemahan dolar AS serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Tekanan baru muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif terkait tarif bagi negara yang memasok minyak ke Kuba, yang turut menekan Meksiko. Ancaman tarif tambahan terhadap Korea Selatan juga memperbesar kekhawatiran pasar terhadap perang dagang lanjutan.
Di sisi lain, Trump meremehkan pelemahan dolar ke level terendah empat tahun, memberi sinyal toleransi terhadap mata uang yang lebih lemah di tengah kritik pada The Federal Reserve. Ketegangan geopolitik pun tetap tinggi setelah seruan dialog nuklir kepada Iran dibalas dengan ancaman respons keras, menjaga emas tetap menarik sebagai aset lindung nilai.
OPINI ANALIS TRAZE
Secara teknikal, XAUUSD terlihat memasuki fase koreksi setelah gagal melanjutkan kenaikan dari area supply zone. Munculnya struktur Change of Character menandakan pelemahan momentum beli, diperkuat penolakan harga di area Fibonacci retracement bagian atas. Tekanan jual mendorong emas bergerak turun menuju area support yang sebelumnya berfungsi sebagai resistance, mencerminkan perubahan dinamika pasar dari agresif ke lebih hati-hati.
Selama harga bertahan di atas zona support kunci, peluang pantulan teknikal masih terbuka dengan target ke area retracement menengah. Namun, jika level tersebut ditembus bersih, potensi penurunan lanjutan menuju strong demand berikutnya semakin besar. Indikator momentum yang melemah turut mengonfirmasi bahwa pasar saat ini berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan volatilitas tinggi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.