Harga emas terkoreksi di kisaran $4.705 pada awal sesi Asia hari Kamis (09/04), dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik setelah kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden Donald Trump menyatakan penghentian serangan selama dua minggu dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz. Kondisi ini memberi sentimen positif pada pasar global karena menurunkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi.
Meredanya konflik dinilai mampu menekan tekanan inflasi dan membuka peluang pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral, yang sebenarnya menjadi faktor pendukung bagi emas. Namun, analis menilai penguatan logam mulia ini berpotensi terbatas karena konflik di kawasan Timur Tengah masih belum sepenuhnya stabil. Ketegangan yang sesekali muncul, termasuk di Lebanon, menimbulkan ketidakpastian yang dapat kembali memicu volatilitas pasar.
Dalam beberapa pekan terakhir, emas sempat tertekan akibat lonjakan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran inflasi dan menghambat penurunan suku bunga. Notulen rapat Federal Reserve menunjukkan bahwa pejabat masih membuka peluang pemangkasan suku bunga tahun ini, meski menghadapi ketidakpastian dari konflik dan tarif perdagangan. Dengan kondisi tenaga kerja yang cenderung stagnan serta inflasi di atas target, arah kebijakan ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik dan stabilitas ekonomi global.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD pada timeframe 1 jam menunjukkan struktur pasar yang masih berada dalam fase koreksi setelah penurunan tajam dari area puncak. Harga saat ini bergerak di sekitar level 4.714, mendekati area support penting sekaligus zona retracement Fibonacci 61,8%. Reaksi harga di area ini menjadi krusial karena terlihat adanya upaya pembentukan pantulan jangka pendek, didukung oleh munculnya struktur higher low kecil. Jika tekanan beli bertahan, potensi kenaikan menuju resistance terdekat di kisaran 4.799 hingga 4.858 terbuka lebar.
Namun demikian, area supply di atas masih menjadi penghalang kuat yang berpotensi memicu penolakan harga. Selama belum mampu menembus zona tersebut dengan momentum yang solid, risiko penurunan lanjutan tetap perlu diwaspadai. Apabila support 4.661 gagal dipertahankan, harga berpotensi melanjutkan pelemahan menuju demand zone lebih rendah di sekitar 4.607. Dengan kondisi ini, pelaku pasar sebaiknya menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas sebelum mengambil posisi, mengingat volatilitas masih cukup tinggi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.