Harga emas terkoreksi lebih dari satu persen ke area $4.780 per ons pada Kamis (22/01), setelah sebelumnya mencetak rekor baru. Pelemahan ini dipicu meredanya ketegangan geopolitik usai Presiden AS Donald Trump menarik kembali ancaman tarif terhadap Eropa terkait isu Greenland dan menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer, sehingga tekanan risiko global sementara berkurang.
Meski demikian, ketidakpastian masih menyelimuti pasar. Parlemen Eropa menunda persetujuan perjanjian dagang Uni Eropa–AS yang dicapai pada Juli, menjaga kewaspadaan investor tetap tinggi. Di sisi lain, aksi jual tajam pada obligasi pemerintah Jepang akibat janji pemotongan pajak jelang pemilu memicu kekhawatiran fiskal, yang tetap menopang minat terhadap aset lindung nilai.
Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rilis data inflasi PCE Amerika Serikat yang tertunda dan dijadwalkan malam ini. Laporan tersebut dinilai krusial untuk memberikan petunjuk lanjutan terkait arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, sekaligus menjadi penentu pergerakan emas dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe M30 menunjukkan fase koreksi setelah harga gagal bertahan di area supply zone dekat puncak terbaru. Tekanan jual muncul usai terbentuk perubahan struktur pasar yang mengindikasikan pelemahan momentum, diperkuat dengan reaksi harga di bawah garis tren menurun. Area Fibonacci 38,2% hingga 50% kini menjadi zona krusial yang berpotensi menahan pemulihan jangka pendek selama harga belum mampu menembusnya secara meyakinkan.
Di sisi bawah, zona demand di sekitar level retracement bawah menjadi perhatian utama sebagai area potensi reaksi beli. Selama harga tetap bertahan di atas support tersebut, peluang pullback teknikal masih terbuka sebelum arah berikutnya ditentukan. Namun, jika tekanan berlanjut dan support ditembus, risiko penurunan lanjutan menuju area demand lebih dalam semakin besar, menjaga volatilitas emas tetap tinggi dalam waktu dekat.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.