Harga emas bertahan di kisaran $4.830 per ounce pada Kamis (19/03) setelah mencatat penurunan selama enam hari berturut-turut, menjadi tren pelemahan terpanjang sejak akhir 2024. Tekanan utama datang dari sikap hawkish Federal Reserve yang memutuskan menahan suku bunga dan hanya memberi sinyal satu kali pemangkasan tahun ini. Ketua Jerome Powell menegaskan bahwa pelonggaran kebijakan akan sangat bergantung pada kemajuan yang lebih jelas dalam menekan inflasi, sehingga ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga menjadi lebih terbatas.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik masih menjadi faktor penopang harga emas sebagai aset safe haven. Konflik di Timur Tengah meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke fasilitas di Qatar yang terkait dengan produksi LNG terbesar dunia, sebagai respons terhadap serangan Israel terhadap ladang gas South Pars. Situasi ini mendorong kenaikan harga energi global, yang berpotensi memperburuk inflasi dan menambah ketidakpastian ekonomi.
Meski demikian, kenaikan harga minyak akibat konflik justru menahan laju penguatan emas. Secara tahunan, emas masih mencatat kenaikan sekitar 12%, tetapi momentumnya mulai melemah. Hal ini dipengaruhi oleh berkurangnya harapan terhadap pemangkasan suku bunga serta aksi jual investor yang membutuhkan likuiditas untuk menutup margin call di aset lain. Kombinasi faktor kebijakan moneter dan risiko geopolitik membuat pergerakan emas saat ini cenderung terbatas dan penuh kehati-hatian.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan bearish yang masih dominan setelah harga gagal mempertahankan area resistance di sekitar 5.016. Penolakan di zona tersebut memicu penurunan tajam hingga membentuk lower low baru di dekat 4.804, mengonfirmasi struktur tren turun. Saat ini harga sedang melakukan retracement ke area Fibonacci 38.2% – 61.8% di kisaran 4.885 – 4.935, yang menjadi zona krusial untuk menentukan kelanjutan arah. Selama harga tidak mampu kembali menembus resistance tersebut, potensi pelemahan masih terbuka.
Skenario teknikal mengindikasikan peluang lanjutan turun dengan target bertahap di 4.746 hingga 4.673, bahkan berpotensi menuju area 4.592 jika tekanan jual meningkat. Struktur market memperlihatkan adanya Break of Structure (BOS) yang menguatkan bias bearish, ditambah terbentuknya lower high pada fase koreksi saat ini. Namun, jika harga justru mampu menembus dan bertahan di atas 5.016, maka peluang pembalikan arah jangka pendek bisa terjadi, meskipun untuk saat ini dominasi seller masih terlihat lebih kuat.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.