Harga emas terkoreksi lebih dari 1% ke kisaran $5.160 per ons pada Selasa (24/02) setelah sebelumnya mencatat reli selama empat hari berturut-turut. Penurunan ini terjadi karena pelaku pasar kembali mencermati risiko kebijakan tarif baru serta ketidakpastian geopolitik yang belum mereda. Sentimen pasar berubah cepat setelah muncul kekhawatiran bahwa kebijakan perdagangan agresif dapat memicu tekanan ekonomi global dan mengurangi daya tarik aset lindung nilai.
Pemerintahan Donald Trump berupaya menghidupkan kembali agenda tarif global setelah Mahkamah Agung memblokir sebagian besar kebijakan pungutan yang diberlakukan tahun lalu. Setelah putusan tersebut, Trump mengumumkan tarif baru sebesar 10% yang mulai berlaku hari ini dan berpotensi dinaikkan hingga 15%. Ia juga memperingatkan negara mitra dagang yang dianggap tidak patuh akan menghadapi bea lebih tinggi, mendorong banyak negara meninjau ulang posisi perdagangan mereka.
Ketegangan global semakin meningkat seiring perhatian pasar tertuju pada perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan kembali berlangsung pada Kamis. Trump menyatakan lebih memilih solusi diplomatik, namun mengingatkan akan ada konsekuensi serius jika kesepakatan tidak tercapai. Kombinasi faktor perdagangan dan geopolitik ini membuat pergerakan harga emas tetap rentan terhadap perubahan sentimen dalam waktu dekat.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga emas XAUUSD pada timeframe 1 jam masih menunjukkan tren naik yang solid setelah terjadi breakout struktur (BOS) dan terbentuknya higher high. Saat ini harga sedang mengalami koreksi wajar setelah menyentuh area resistance “weak high”, dengan garis tren naik tetap menjadi penopang utama. Selama harga bertahan di atas trendline dan tidak menembus zona support terdekat, bias bullish masih mendominasi.
Area Fibonacci 38,2% hingga 50% menjadi zona penting yang berpotensi menjadi titik pantulan buyer. Jika terjadi reaksi positif di area tersebut, harga berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance berikutnya. Namun, jika support dan trendline ditembus secara tegas, maka skenario kenaikan bisa batal dan membuka peluang penurunan lebih dalam, sehingga penting untuk menunggu konfirmasi price action sebelum mengambil keputusan.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.