Harga emas melemah ke kisaran $4.750 per ounce pada Jumat (06/02), memperpanjang koreksi tajam setelah turun 3,8% di sesi sebelumnya. Tekanan jual yang masih dominan membuat logam mulia ini berada di jalur penurunan mingguan kedua berturut-turut, usai reli panjang yang mencetak rekor berulang sepanjang Januari.
Pelemahan ini terjadi setelah sentimen pasar mulai berubah. Ketegangan geopolitik yang mereda, menyusul konfirmasi dialog antara Iran dan Amerika Serikat di Oman, mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Selain itu, aksi spekulatif yang sebelumnya kuat, khususnya dari pasar Tiongkok, mulai mereda seiring investor melakukan aksi ambil untung.
Dari sisi ekonomi AS, data tenaga kerja menunjukkan sinyal pelemahan. Pemutusan hubungan kerja mencapai 108,4 ribu pada Januari, tertinggi untuk bulan tersebut sejak 2009, sementara klaim pengangguran dan data ADP juga berada di bawah ekspektasi. Kondisi ini memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada paruh kedua tahun ini, dengan pasar mulai mengantisipasi langkah awal pada Juni.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD masih berada dalam tekanan setelah harga gagal bertahan di area atas dan membentuk pola descending channel. Struktur ini menandakan dominasi seller yang belum sepenuhnya melemah, meski penurunan mulai melambat. Reaksi harga di sekitar area Fibonacci menengah menunjukkan pasar sedang mencari keseimbangan baru, dengan volatilitas yang cenderung menyempit menjelang penentuan arah berikutnya.
Dari sisi teknikal, zona demand di area bawah menjadi perhatian utama karena berpotensi memicu pantulan teknis. Selama level tersebut mampu dipertahankan, peluang pullback menuju resistance terdekat tetap terbuka. Namun jika tekanan jual kembali menguat dan support gagal bertahan, risiko penurunan lanjutan masih relevan. Investor disarankan mencermati konfirmasi candlestick dan volume sebelum mengambil keputusan.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.