Harga emas melemah ke $4.191 per ons pada Selasa (02/12) setelah investor melakukan aksi ambil untung menyusul reli ke level tertinggi enam minggu pada sehari sebelumnya. Tekanan jual muncul seiring meningkatnya keyakinan pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pekan depan, terutama setelah data ekonomi AS menunjukkan pelemahan yang lebih dalam.
Probabilitas pemangkasan 25 bps kini mencapai sekitar 88%, didorong komentar bernada dovish dari sejumlah pejabat bank sentral dan laporan manufaktur yang kembali menyusut untuk bulan kesembilan berturut-turut pada November. Kondisi ini menambah dorongan bagi The Fed untuk mulai melonggarkan kebijakan guna mendukung aktivitas ekonomi.
Pelaku pasar kini menantikan pidato Ketua The Fed Jerome Powell untuk mencari petunjuk arah kebijakan selanjutnya. Selain itu, rilis penting sepanjang minggu, termasuk data ketenagakerjaan ADP November serta laporan PCE September diprediksi akan memengaruhi pergerakan emas dan sentimen pasar keuangan secara keseluruhan.
OPINI ANALIS TRAZE
Emas masih berada dalam tren naik jangka pendek grafik H1, terlihat dari harga yang konsisten membentuk higher high dan higher low sebelum terkoreksi. Harga juga bergerak di atas moving average simple 200 (garis merah), menunjukkan bias bullish masih dominan meski momentum melemah di area 4.230 – 4.250.
Pivot harian berada di sekitar 4235. Selama harga berada di bawah level ini, tekanan turun cenderung lebih kuat. Jika kembali menembus dan bertahan di atas pivot, potensi melanjutkan kenaikan kembali terbuka.
Resistance terdekat (R1): 4256 → batas atas pertama yang harus ditembus untuk membuka jalan menuju R2: 4284.
Support terdekat (S1): 4207 → jika jebol, penurunan dapat berlanjut menuju S2: 4186, dengan area S3: 4158 menjadi support kuat berikutnya.
Secara umum, emas sedang dalam fase koreksi setelah reli tajam. Arah pergerakan berikutnya akan bergantung pada reaksi harga terhadap area pivot 4235 dan support kunci 4207. Jika support bertahan, peluang rebound kembali terbentuk.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.