Harga emas bertahan di kisaran $5.010 per ounce pada Selasa (17/03), mendekati level terendah dalam hampir satu bulan terakhir. Pergerakan ini terjadi karena ekspektasi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat dalam waktu dekat mulai memudar. Kekhawatiran inflasi yang kembali meningkat membuat pelaku pasar lebih berhati-hati, sehingga permintaan terhadap logam mulia sebagai aset lindung nilai tidak mengalami lonjakan signifikan.
Tekanan inflasi tersebut dipicu oleh memanasnya konflik di Timur Tengah. Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memasuki minggu ketiga, dengan Presiden Donald Trump memperingatkan kemungkinan serangan langsung terhadap infrastruktur minyak Iran di Pulau Kharg. Ketegangan geopolitik ini mendorong harga energi tetap tinggi dan menimbulkan kekhawatiran bahwa biaya energi yang mahal dapat memperburuk tekanan inflasi global.
Di sisi lain, bank sentral utama dunia diperkirakan mempertahankan kebijakan moneternya untuk sementara waktu. Federal Reserve diproyeksikan menahan suku bunga pada pertemuan minggu ini, diikuti oleh Bank Sentral Eropa, Bank of England, dan Bank of Japan yang juga diperkirakan tidak mengubah kebijakan. Investor kini memantau rencana pembentukan koalisi angkatan laut multinasional yang bertujuan mengawal kapal dagang di kawasan tersebut guna menjaga kelancaran jalur perdagangan energi internasional.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisis teknikal XAUUSD pada timeframe satu jam menunjukkan harga emas masih bergerak konsolidatif setelah penurunan tajam sebelumnya. Saat ini harga bertahan di sekitar area 5.010 yang berdekatan dengan zona Fibonacci 38,2%, menandakan adanya potensi pantulan jangka pendek selama support di area tersebut tetap terjaga.
Apabila harga mampu menembus resistance di sekitar 5.038, peluang kenaikan menuju 5.057 hingga 5.081 terbuka. Namun jika tekanan jual kembali meningkat dan menembus 4.984, harga berisiko melanjutkan pelemahan menuju area 4.970 sebagai batas invalidasi struktur bullish sementara.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.