Harga emas dunia melesat menembus level psikologis USD 4.500 per ons pada Rabu (24/11), mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Federal Reserve serta meningkatnya ketegangan geopolitik global. Situasi tersebut mendorong investor beralih ke aset lindung nilai yang dinilai lebih aman di tengah ketidakpastian ekonomi.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal ketiga tetap solid dengan ekspansi produk domestik bruto yang lebih cepat dibanding periode sebelumnya. Meski demikian, data ketenagakerjaan menunjukkan laju penciptaan lapangan kerja mulai melambat secara bertahap. Pasar keuangan masih memperhitungkan dua kali penurunan suku bunga pada 2026 seiring tekanan inflasi yang mereda dan kondisi tenaga kerja yang semakin longgar, walaupun pandangan pembuat kebijakan belum sepenuhnya sejalan.
Faktor geopolitik turut memperkuat sentimen positif, terutama ketegangan yang melibatkan Venezuela setelah Amerika Serikat memblokade kapal pengangkut minyak. Kondisi ini meningkatkan risiko di pasar komoditas dan memperkuat permintaan aset aman. Sepanjang tahun ini, logam mulia tersebut telah menguat sekitar 70 persen dan berpotensi mencatat kenaikan tahunan terbaik sejak 1979, didorong pembelian berkelanjutan oleh bank sentral serta arus masuk stabil ke instrumen berbasis emas.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD masih bergerak dalam tren naik yang solid setelah menahan area support utama. Struktur grafik menunjukkan dominasi buyer dengan pergerakan stabil menuju zona resistance terdekat, menandakan momentum bullish belum kehilangan tenaga.
Secara teknikal, pola kenaikan berkelanjutan memperkuat peluang lanjutan reli. Selama harga bertahan di atas area demand, potensi koreksi diperkirakan terbatas dan dapat menjadi peluang masuk bagi pelaku pasar.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.