Harga emas kembali menjadi sorotan setelah membukukan kenaikan 8% sepanjang November, menjadikannya salah satu bulan terkuat tahun ini. Lonjakan tersebut dipicu meningkatnya minat terhadap aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi global. Optimisme pasar makin besar ketika harga emas pada awal pekan ini menanjak ke sekitar $4.240 per ounce, level tertinggi dalam lima minggu.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga AS pada akhir bulan ini ikut memperkuat reli emas. Pernyataan bernada dovish dari pejabat Federal Reserve serta melemahnya ekonomi setelah penutupan pemerintahan terpanjang di AS mendorong pasar memperkirakan 87% peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin. Keadaan ini membuat permintaan terhadap aset lindung nilai meningkat signifikan.
Dengan arus masuk kuat ke ETF berbasis emas, pembelian agresif bank sentral, dan harga yang sempat menyentuh rekor di atas $4.380 per ounce, prospek emas terus memanas. Reli berkelanjutan sejak awal tahun menempatkan logam mulia ini pada jalur menuju kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979 dan November yang melonjak 8% menjadi sinyal kuat bahwa tren bullish masih jauh dari selesai.
OPINI ANALIS TRAZE
Tren emas masih menunjukkan kekuatan bullish dengan struktur harga yang tetap membentuk higher high dan higher low. Selama harga bertahan di atas area support 4.205 – 4.147 – 4.131, momentum naik dinilai tetap solid dan membuka peluang pengujian kembali ke zona 4.300 – 4.380. Selama support mayor 4.131 tidak ditembus, tekanan beli berpotensi mendorong emas mencetak level tertinggi baru dalam waktu dekat.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.