Harga emas kembali menguat hingga menembus level $4.190 per ounce pada Jumat (14/11), mencatatkan kinerja mingguan terbaik dalam satu bulan. Kenaikan ini dipicu oleh pelemahan dolar AS serta ketidakpastian pasar akibat tertundanya sejumlah data resmi setelah pemerintah Amerika Serikat kembali beroperasi. Kondisi tersebut meningkatkan minat investor terhadap aset lindung nilai.
Direktur Dewan Ekonomi Nasional, Kevin Hassett, menyebutkan bahwa sebagian data ekonomi Oktober kemungkinan besar tidak akan pernah dipublikasikan karena beberapa lembaga tidak mampu melakukan pengumpulan informasi selama penutupan pemerintahan. Meski beberapa laporan diperkirakan segera dirilis, sebagian lainnya mungkin hilang, sehingga menciptakan keraguan baru terhadap arah pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam.
Kenaikan logam mulia ini tetap terbatas karena para pejabat Federal Reserve menunjukkan minimnya dukungan terhadap langkah pelonggaran kebijakan tambahan. Pelaku pasar juga memangkas ekspektasi penurunan suku bunga pada Desember menjadi sekitar 50%, jauh dari lebih dari 95% yang tercatat sebulan sebelumnya, sementara proyeksi pemangkasan pada 2026 masih tidak berubah.
XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan harga XAUUSD pada grafik 4 jam masih melanjutkan hari sebelumnya, berada dalam tren naik setelah menembus struktur penting di sekitar 4.150. Kenaikan ini didukung pembentukan higher low yang menunjukkan dorongan beli tetap kuat.
Saat ini harga mulai tertahan di area 4.209, sehingga kemungkinan terjadi pullback ringan menuju zona retest 4.150. Jika area tersebut berhasil menahan tekanan jual, emas berpeluang kembali melanjutkan kenaikan.
Target kenaikan berikutnya berada di area supply 4.280 – 4.360. Selama harga tidak menembus area demand di bawah 4.100, sentimen bullish diperkirakan tetap dominan.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.