Harga emas naik ke sekitar $5.180 per ounce pada Rabu (25/02), memulihkan sebagian kerugian sesi sebelumnya di tengah meningkatnya ketidakpastian perdagangan dan geopolitik. Kebijakan tarif global baru sebesar 10% yang diberlakukan oleh Presiden AS, Donald Trump, mulai berlaku Selasa, dengan rencana peningkatan menjadi 15% untuk memperkuat kembali agenda tarif setelah keputusan Supreme Court membatalkan sebagian besar kebijakan pungutan sebelumnya. Sikap tegas terhadap negara yang dinilai melanggar kesepakatan perdagangan turut menambah sentimen risiko di pasar.
Fokus investor juga tertuju pada kelanjutan pembicaraan nuklir antara United States dan Iran yang dijadwalkan berlangsung Kamis. Pemerintah Teheran menyatakan komitmen kuat untuk mencapai kesepakatan dengan Washington, meningkatkan harapan stabilitas regional namun tetap menyisakan potensi ketegangan. Kondisi ini membuat emas tetap diminati sebagai aset lindung nilai di tengah dinamika global yang belum menentu.
Namun, kenaikan logam mulia tertahan oleh meredanya ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Dua pejabat dari Federal Reserve menegaskan belum ada kebutuhan mendesak untuk mengubah kebijakan moneter, mengingat pasar tenaga kerja yang membaik serta inflasi yang masih bertahan. Kombinasi faktor ini membuat pergerakan emas cenderung terbatas meski permintaan safe haven tetap ada.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe pendek menunjukkan struktur naik yang mulai pulih setelah koreksi tajam sebelumnya. Harga berhasil menembus area konsolidasi dan kini bergerak di atas level 0.0 Fibonacci di sekitar 5.173, menandakan momentum bullish mulai terbentuk kembali. Area supply zone di kisaran 5.223 – 5.253 menjadi hambatan terdekat yang berpotensi menahan kenaikan, sehingga reaksi harga di zona ini penting untuk menentukan arah lanjutan. Selama harga bertahan di atas garis tren naik, peluang penguatan tetap terbuka dengan target bertahap menuju resistance tersebut.
Di sisi lain, potensi retracement sehat dapat terjadi menuju area Fibonacci 38.2% hingga 61.8% di kisaran 5.142 – 5.123 sebagai support dinamis. Zona ini menjadi area ideal bagi buyer untuk kembali masuk sebelum melanjutkan tren naik. Namun, jika harga turun menembus level invalidasi di sekitar 5.093, struktur bullish akan melemah dan membuka peluang koreksi lebih dalam. Secara keseluruhan, bias jangka pendek masih condong positif selama harga tidak kehilangan support kunci.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.