Harga emas mencetak sejarah baru setelah menembus level psikologis $5.000 per ounce untuk pertama kalinya. Lonjakan ini menegaskan peran emas sebagai aset lindung nilai utama, seiring meningkatnya minat investor di tengah ketidakpastian perdagangan dan dinamika geopolitik global yang kembali memanas.
Sentimen pasar terguncang oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait rencana klaim kedaulatan atas wilayah Greenland yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Situasi makin rumit setelah Trump mengancam Kanada dengan tarif impor hingga 100% apabila Ottawa merampungkan kesepakatan dagang dengan China, menyusul pengumuman awal penurunan tarif timbal balik antara kedua negara tersebut.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik Eropa Timur belum mereda. Pembicaraan damai yang dimediasi Amerika Serikat antara Rusia dan Ukraina belum menghasilkan kesepakatan konkret, meski agenda dialog lanjutan telah disepakati. Kombinasi faktor ini memperkuat dorongan pasar terhadap emas, menjaga tren bullish tetap dominan dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe H1 terlihat masih bergerak dalam struktur uptrend kuat, ditandai oleh rangkaian higher high dan higher low yang tetap terjaga di atas garis trendline naik. Terjadinya break of structure mengonfirmasi dominasi buyer, sementara pergerakan harga saat ini berada di area ekstensi Fibonacci, menunjukkan momentum bullish yang masih aktif meski mulai memasuki zona jenuh beli.
Dari sisi teknikal, potensi koreksi wajar dapat terjadi menuju area support dinamis di kisaran Fibonacci retracement sebelum melanjutkan kenaikan berikutnya. Selama harga mampu bertahan di atas zona demand dan tidak menembus trendline utama, peluang kelanjutan tren naik tetap terbuka dengan target resistance lebih tinggi. Namun, penolakan kuat di area premium dapat menjadi sinyal konsolidasi jangka pendek sebelum arah selanjutnya terbentuk.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.