Harga emas dunia berhasil mencatatkan rekor tertinggi di atas US$4.660 per ounce setelah gejolak pasar akibat ancaman tarif baru Presiden Donald Trump terhadap delapan negara Eropa. Lonjakan ini terjadi karena investor mulai beralih ke aset aman seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan potensi konflik dagang global yang memicu kekhawatiran pasar.
Kebijakan tarif 10% yang akan diberlakukan mulai 1 Februari dan bisa meningkat menjadi 25% pada 1 Juni memicu kekhawatiran para pelaku pasar. Ancaman itu dilatarbelakangi oleh penolakan negara-negara Eropa terhadap rencana pembelian Greenland oleh Amerika Serikat, sehingga pergeseran menuju logam mulia makin kuat sebagai lindung nilai dari risiko ekonomi.
Selain tarif, faktor lain seperti ekspektasi pemangkasan suku bunga AS, tekanan politik terhadap Federal Reserve, serta ketidakstabilan di berbagai wilayah dunia turut memperkuat permintaan emas. Dalam kondisi seperti ini, logam kuning tidak hanya menjadi alat investasi, tetapi juga cerminan sentimen pasar terhadap tantangan ekonomi global.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe satu jam menunjukkan struktur bullish yang tetap terjaga setelah terjadi break of structure dan change of character ke arah atas. Lonjakan kuat dari area bawah menandakan respons agresif buyer, sementara zona demand di kisaran bawah berfungsi sebagai penopang utama pergerakan. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, bias kenaikan masih dominan dengan peluang melanjutkan tren positif.
Dari sisi proyeksi teknikal, harga berpotensi melakukan koreksi sehat menuju area retracement sebelum melanjutkan kenaikan menuju rekor tertinggi baru. Fibonacci menjadi acuan penting untuk membaca potensi pullback, sementara indikator momentum mendukung skenario kelanjutan tren selama tidak terjadi penembusan ke bawah support kunci. Dengan struktur yang masih solid, emas tetap menarik bagi trader yang mencari peluang mengikuti arah utama pasar.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.