Emas menguat mendekati level tertinggi dua minggu, setelah rilis data ekonomi yang tertunda memperkuat peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember. Laporan terbaru menunjukkan perlambatan aktivitas belanja, dengan penjualan ritel hanya bertambah tipis pada September setelah kenaikan lebih besar sebelumnya.
Tekanan harga produsen juga bergerak sesuai perkiraan, menandakan inflasi tetap terkendali. Sejumlah pejabat The Fed sebelumnya menyampaikan dukungan terhadap penurunan suku bunga bulan depan, terutama akibat melemahnya pasar tenaga kerja. Kondisi ini meningkatkan keyakinan pelaku pasar, yang kini menilai peluang pemotongan sebesar 25 bps berada di atas 80%.

Namun, ruang penguatan emas tertahan oleh meredanya ketegangan geopolitik. Kesepakatan Ukraina terkait rencana penghentian konflik dengan Rusia mengurangi kebutuhan akan aset aman. Perkembangan ini membuat minat terhadap emas sedikit berkurang meski ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter terus meningkat.
OPINI ANALIS TRAZE
Harga Emas masih bergerak kuat karena pasar menunggu kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed. Kondisi ini membuat peluang buy saat harga terkoreksi cukup menarik, terutama jika emas tetap bertahan di area support.
Momentum bullish masih dominan berkat data ekonomi yang melemah, meski sentimen bisa ditekan oleh meredanya ketegangan geopolitik. Perhatikan reaksi harga di zona resistance untuk menghindari false breakout.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.