Harga emas diperdagangkan stabil mendekati $4.200 per ons pada Selasa (09/12) seiring pelaku pasar menantikan keputusan kebijakan moneter The Federal Reserve. Pasar hampir sepenuhnya memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, namun perhatian justru tertuju pada proyeksi ekonomi terbaru serta pernyataan Ketua Jerome Powell yang dapat memberi petunjuk arah kebijakan 2026 dan seterusnya.
Saat ini, probabilitas pasar menunjukkan peluang 87% terjadinya pemotongan suku bunga dalam pertemuan tersebut, dengan ekspektasi hanya dua kali penurunan tambahan tahun depan, berkurang dari sebelumnya tiga kali yang diantisipasi pekan lalu. Sebelum rilis keputusan The Fed, investor juga menunggu laporan lowongan pekerjaan JOLTS sebagai indikator lanjutan tentang kesehatan pasar tenaga kerja Amerika Serikat.
Di sisi lain, kabar dari Asia menambah sentimen positif terhadap logam mulia ketika bank sentral Tiongkok kembali menambah cadangan emas untuk bulan ke-13 berturut-turut, hingga mencapai 74,12 juta troy ons. Langkah ini dipandang sebagai strategi diversifikasi sekaligus upaya meningkatkan ketahanan cadangan devisa negara di tengah ketidakpastian global.
OPINI ANALIS TRAZE

XAUUSD diperdagangkan di sekitar $4,191, di bawah pivot harian $4,196, menunjukkan tekanan jual masih dominan setelah gagal mempertahankan momentum penguatan di area R1 $4,216 dan R2 $4,239 sebagai batas lanjutan menuju R3 $4,259. Jika harga terus melemah di bawah pivot, peluang penurunan dapat menguji support S1 $4,174, dengan potensi berlanjut ke S2 $4,154 apabila tekanan bearish semakin kuat.
Area kuning pada chart juga menunjukkan zona demand sebelumnya yang dapat menjadi penopang sementara sebelum harga memutuskan arah berikutnya. Peluang trading yang menarik saat ini yaitu sell selama harga bertahan di bawah pivot dengan target support, sedangkan posisi buy lebih aman jika harga mampu break and hold di atas R1 disertai konfirmasi candle kuat.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.