Harga emas bertahan di kisaran USD 5.000 per ons pada Jumat (20/02), melanjutkan penguatan dua hari terakhir di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian arah kebijakan moneter. Eskalasi hubungan antara Amerika Serikat dan Iran kembali mencuat setelah Presiden Donald Trump memberi tenggat waktu 10 – 15 hari untuk kesepakatan nuklir, sementara Washington mengerahkan kekuatan militer terbesar di Timur Tengah sejak invasi Irak tahun 2003. Kondisi ini memperkuat minat terhadap aset safe haven seperti emas.
Dari sisi kebijakan, pernyataan Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran, meredam ekspektasi penurunan suku bunga tahun ini karena data ekonomi masih solid. Klaim pengangguran awal turun menjadi 206 ribu, menunjukkan pasar tenaga kerja tetap kuat. Investor kini menantikan rilis data inflasi PCE sebagai indikator utama arah kebijakan selanjutnya. Risalah pertemuan FOMC bulan Januari juga memperlihatkan perbedaan pandangan, dengan sebagian pejabat membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi.
Sementara itu, permintaan fisik di kawasan Asia masih cenderung lemah secara musiman akibat libur Tahun Baru Imlek, sehingga membatasi kenaikan harga lebih lanjut. Meski emas sempat menguat dalam dua hari terakhir, logam mulia ini diperkirakan mencatat penurunan tipis secara mingguan. Kombinasi faktor geopolitik, data ekonomi, serta kebijakan bank sentral akan terus menjadi pendorong utama arah harga emas dalam waktu dekat.
OPINI ANALIS TRAZE

XAUUSD timeframe satu jam masih bergerak dalam konsolidasi dengan kecenderungan naik selama harga bertahan di atas demand zone 4.964 – 4.978. Area ini menjadi penopang penting karena selaras dengan garis tren dan level Fibonacci, sehingga berpotensi mendorong harga kembali naik menuju resistance 5.022 hingga 5.054.
Jika harga turun menembus zona tersebut, risiko koreksi menuju 4.950 hingga 4.931 semakin terbuka. Arah selanjutnya akan ditentukan oleh reaksi di level kunci, sehingga menunggu konfirmasi sebelum masuk pasar menjadi strategi yang lebih aman.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.