Harga emas melonjak lebih dari 1% hingga menembus level $5.030 per ounce pada awal pekan, menjadi posisi tertinggi dalam lebih dari sepekan terakhir. Kenaikan ini terjadi di tengah penantian pelaku pasar terhadap rilis data ekonomi Amerika Serikat yang dinilai krusial dalam memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Laporan tenaga kerja Januari yang dijadwalkan rilis Rabu lusa diperkirakan menunjukkan stabilisasi pasar kerja, sementara data inflasi pada Jumat akan menjadi acuan penting bagi investor global.
Sentimen positif juga datang dari perkembangan politik di Jepang. Kemenangan telak Perdana Menteri petahana, Sanae Takaichi, memicu ekspektasi kebijakan fiskal yang lebih longgar serta potensi pelemahan yen lebih lanjut. Kondisi ini secara tidak langsung meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai, terutama di tengah ketidakpastian nilai tukar dan kebijakan ekonomi global yang masih dinamis.
Dukungan tambahan berasal dari permintaan bank sentral yang tetap solid. Bank sentral China tercatat melanjutkan pembelian emas untuk bulan ke-15 berturut-turut pada Januari, mempertegas tren diversifikasi cadangan devisa. Di sisi geopolitik, perhatian pasar juga tertuju pada kelanjutan dialog Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan meredakan ketegangan dan mencegah potensi konflik militer, sehingga turut mempengaruhi pergerakan harga logam mulia di pasar internasional.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD timeframe satu jam menunjukkan struktur pemulihan setelah membentuk dasar kuat di area rendah sebelumnya. Harga berhasil keluar dari fase penurunan dengan membentuk rangkaian higher low dan menembus garis tren turun, menandakan perubahan karakter pergerakan. Saat ini emas bergerak mendekati area supply sekaligus resistance penting di sekitar puncak terakhir, sementara zona demand di bawahnya menjadi penopang jika terjadi koreksi sehat sebelum kelanjutan kenaikan.
Selama harga bertahan di atas area demand tersebut, peluang penguatan masih terbuka dengan potensi uji ulang resistance terdekat hingga membentuk puncak baru. Namun, kegagalan menjaga struktur ini dapat memicu tekanan jual menuju level invalidasi di bawahnya. Dengan kombinasi struktur market, retracement Fibonacci, dan zona likuiditas, skenario pullback terukur lebih ideal sebelum kelanjutan tren naik pada XAUUSD.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.