Harga emas kembali melemah di bawah $4.070 per ons pada Kamis (20/11) setelah dua hari menguat, seiring investor mulai memangkas harapan pelonggaran kebijakan moneter menjelang rilis data ketenagakerjaan AS. Risalah FOMC terbaru menunjukkan perpecahan di internal The Fed terkait urgensi pemangkasan suku bunga, di tengah kekhawatiran pasar tenaga kerja yang rapuh dan inflasi yang belum mereda.
Probabilitas pemangkasan suku bunga bulan depan kini turun menjadi sekitar 30%, dari sebelumnya 50% hanya sehari sebelumnya. Pada saat yang sama, laporan nonfarm payrolls September yang sempat tertunda akan dirilis hari ini dan diperkirakan mencatat pertumbuhan pekerjaan yang moderat. BLS juga memastikan tidak akan menerbitkan laporan ketenagakerjaan Oktober karena survei rumah tangga tidak dapat dilakukan secara retroaktif.
Selain tekanan fundamental, sentimen risiko yang membaik di pasar saham turut mengurangi minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai. Kombinasi ekspektasi kebijakan yang lebih ketat, data ekonomi yang ditunggu, dan berkurangnya permintaan safe haven membuat harga emas bergerak lebih defensif menjelang penutupan pekan.
XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE
Harga emas mulai melemah setelah keluar dari channel bullish dan gagal menembus area resistance, menandakan tekanan jual semakin kuat. Struktur pasar yang membentuk lower high memberi sinyal bahwa momentum kenaikan sementara tertahan.
Dalam jangka pendek, harga berpotensi turun bertahap menuju area 4.056 hingga 4.035, sebelum menguji zona demand lebih dalam di sekitar 4.020. Area ini menjadi titik penting untuk melihat apakah pembeli kembali masuk.
Jika muncul pantulan kuat dari demand, emas berpeluang pulih menuju 4.094 hingga 4.132. Namun kenaikan baru dianggap valid hanya jika resistance terdekat berhasil ditembus.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.