Harga emas turun tipis ke bawah USD 4.610 per ons pada Kamis (15/01), meski masih bertahan dekat rekor tertinggi. Pergerakan ini terjadi saat pelaku pasar menimbang seberapa dalam pelonggaran suku bunga Amerika Serikat dapat dilakukan di tengah ketidakpastian global yang belum mereda.
Data inflasi produsen November, baik utama maupun inti, tercatat lebih rendah dari perkiraan dan memperkuat sinyal sebelumnya dari laporan inflasi konsumen Desember yang relatif jinak. Kondisi tersebut membuka ruang bagi Federal Reserve untuk melakukan beberapa kali penurunan suku bunga sepanjang tahun, meskipun sebagian pembuat kebijakan tetap bersikap waspada terhadap potensi tekanan harga yang sulit sepenuhnya dikendalikan.
Di sisi lain, perhatian pasar tertuju pada isu independensi bank sentral setelah para pemimpin bank sentral dunia menyatakan dukungan kepada Ketua The Fed Jerome Powell menyusul ancaman tuntutan pidana dari pemerintahan Trump. Dari ranah geopolitik, sinyal penundaan langkah terhadap Iran meredakan kekhawatiran konflik militer AS, yang sedikit mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada grafik satu jam menunjukkan tanda pelemahan setelah gagal melanjutkan kenaikan di area supply dekat puncak harga. Penolakan kuat dari zona tersebut memicu perubahan struktur pasar, ditandai dengan penembusan support minor dan hilangnya momentum bullish. Harga kini bergerak di bawah area Fibonacci penting, mengindikasikan tekanan jual masih mendominasi dalam jangka pendek.
Secara teknikal, fokus pasar tertuju pada area demand sebagai penentu arah selanjutnya. Zona ini berpotensi menjadi titik reaksi harga, baik untuk pantulan teknikal maupun kelanjutan koreksi apabila tekanan berlanjut. Selama emas belum kembali ke atas area supply, bias pergerakan cenderung konsolidatif hingga bearish dengan volatilitas yang tetap tinggi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.