Harga emas turun ke kisaran $4.990 per ounce pada Rabu (18/03), mendekati level terendah dalam satu bulan terakhir. Pergerakan ini terjadi karena pelaku pasar masih mencermati dampak fluktuasi harga minyak terhadap inflasi, terutama menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve. Ekspektasi pasar menunjukkan suku bunga kemungkinan tetap, namun perhatian tertuju pada proyeksi bank sentral terkait tekanan harga energi dan perlambatan pasar tenaga kerja.
Di sisi global, bank sentral utama lainnya diperkirakan mengambil langkah serupa dengan mempertahankan kebijakan yang ada. Kondisi ini membuat investor cenderung berhati-hati sambil menunggu sinyal arah ekonomi berikutnya. Ketidakpastian ini turut memengaruhi pergerakan aset safe haven seperti emas, yang biasanya sensitif terhadap perubahan suku bunga dan inflasi.
Sementara itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah serangan militer berlanjut dan gangguan distribusi energi terjadi di kawasan Teluk Persia. Jalur pelayaran strategis juga mengalami hambatan, memicu kekhawatiran pasokan global. Meski harga emas melemah dalam jangka pendek, secara keseluruhan logam mulia ini masih mencatat kenaikan sekitar 16% sejak awal tahun, menunjukkan daya tariknya sebagai lindung nilai di tengah risiko global.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAUUSD) pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan bearish yang masih dominan setelah gagal mempertahankan area resistance kunci di sekitar 5.040. Struktur market memperlihatkan pola lower high yang mengindikasikan pelemahan lanjutan, diperkuat dengan penolakan di zona Fibonacci 61,8% – 78,6%. Break kecil di bawah area support minor juga menjadi sinyal bahwa seller masih menguasai pergerakan, membuka peluang penurunan menuju level 4.973 sebagai support terdekat.
Jika tekanan jual berlanjut, harga berpotensi melanjutkan penurunan ke area target berikutnya di kisaran 4.950 hingga 4.930. Namun, skenario ini bisa berubah apabila terjadi rebound kuat dan harga kembali menembus resistance 5.020 – 5.040, yang berpotensi membatalkan bias bearish jangka pendek. Selama harga tetap berada di bawah area invalidasi tersebut, peluang turun masih lebih dominan dengan konfirmasi lanjutan dari struktur lower low.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.